Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Agu 2019 13:17 WIB

Gojek-Grab Dapat Pesaing, Tarif Ojol Bisa Jadi Murah?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Gojek dan Grab bakal mempunyai saingan di Indonesia. Belum lama ini sudah beroperasi ojek online (ojol) dari Rusia, Maxim di Kalimantan Timur. Daftar lainnya adalah Bitcar dari Malaysia, dan FastGo dari Vietnam yang siap berseliweran di Indonesia.

Lantas apakah masuknya pemain-pemain baru di sektor transportasi online ini bisa bikin tarif menjadi lebih murah?

Menurut Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setyadi, di satu sisi itu memang dapat memberi manfaat positif karena bisa menurunkan tarif ojol akibat ketatnya persaingan.

"Kalau dari sisi konsumen ya mungkin begitu banyak pemain berarti kan mungkin dengan layanan berbeda kan, ya akhirnya kan mereka bersaing sendiri, (tarif) bisa mungkin lebih murah," kata dia kepada detikFinance, Jakarta, Jumat (16/8/2019).


Tapi yang perlu diperhatikan adalah menjaga keseimbangan antara supply dan demand dari ojol di Indonesia. Dia berharap masuknya pemain baru tak menambah jumlah pengemudi secara drastis.

"Secara kuantitas ya penambahannya nggak begitu tambah banyak banget lah gitu, atau mungkin satu orang bisa nggak punya berapa akun (ojol) gitu," ujarnya.

Menurutnya, bisa juga nanti mereka yang sudah berprofesi sebagai pengemudi ojol di aplikator eksisting, pindah ke aplikator baru sesuai minat mereka. Jadi secara jumlah pengemudi ojol tak bertambah signifikan.



"Ya kalau melihat dari sisi persaingan ya biar mungkin nanti orang terutama mitra akan memilih sendiri mana yang lebih bagus kan. Karena masing-masing pasti punya bisnis proses berbeda kan," tambahnya.

Simak Video "Perwakilan Ojol Indonesia Memaafkan Bos Taksi Malaysia"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com