Kejar Laba, PSO BUMN Akan Dipisahkan
Sabtu, 22 Okt 2005 23:55 WIB
Jakarta - Untuk meningkatkan laba, rencananya manajemen perusahaan (corporate management) dan kewajiban publik (Public Service Obligation/PSO) perusahaan-perusahaan BUMN tahun 2006 nanti akan dipisahkan. Menurut Menteri Negara BUMN Sugiharto, selama ini kinerja perusahaan BUMN tidak terukur pasti karena masih tercampurnya manajemen perusahaan dengan PSO."Selama ini kinerjanya sulit terukur karena (manajemennya) dicampur," kata Sugiharto dalam konferensi pers di kediamannya, Jalan Widya Chandra III, Jakarta, Sabtu (22/10/2005).Sugiharto mengambil contoh kinerja Pertamina, menurutnya laba Pertamina tahun ini sebesar Rp 6,7 - Rp 8,8 triliun bisa ditingkatkan sampai tiga kali lipat bila manajemen perusahaan dan PSO dipisah. Hal ini karena tujuan utama Pertamina dalam mencari untung tidak akan tercampuri oleh PSO yang biayanya ditanggung pemerintah."Karena dipisah, bukan perusahaannya yang disubsidi tapi produknya, sehingga bisa tetap menjalankan PSO," ujar Sugiharto.Rencananya ide ini akan dibicarakan Sugiharto dalam Rapat Koordinasi dengan Menko Perekomian mendatang.Kinerja 2005Dalam kesempatan yang sama Sugiharto menyatakan, bahwa dirinya optimis bisa mencapai target penerimaan dari deviden dan privatisasi BUMN yang ditargetkan untuk tahun 2005. Menurutnya, saat ini target penerimaan dari deviden telah terlampaui, dari target Rp 8,9 triliun Meneg BUMN telah menyetorkan sekitar Rp 12 triliun. Sedangkan target dari privatisasi BUMN sebesar Rp 3,5 triliun belum tercapai. Rencananya sebelum akhir tahun pihaknya akan melego 7,1 persen saham pemerintah di PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dengan nilai sekitar Rp 1,6 triliun."Saya yakin bisa menambah Rp 3,5 triliun. Kalaupun tidak tercapai saya sudah memenuhi total target total Rp 12,4 triliun dengan privatisasi PGN," kata Sugiharto.Ketika ditanya tentang reshuffle tim ekonomi SBY, Sugiharto menyerahkan hal tersebut kepada presiden. Menurutnya, para menteri sudah meneken kontrak untuk bersedia diganti jika kinerjanya buruk dalam evaluasi tahun pertama."Saya merasa sudah bekerja optimal dengan segala keterbatasan birokrasi," tegas Sugiharto.
(ahm/)











































