Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 17 Agu 2019 09:55 WIB

Pimpin Upacara HUT RI, Bos BI Bicara Risiko Perang Dagang

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Vadhia Lidyana Foto: Vadhia Lidyana
Jakarta - Bank Indonesia menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-74 RI. Upacara ini dipimpin oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebagai inspektur upacara.

Dari pantauan detikFinance, upacara berlangsung dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 7.50 WIB.

Dalam amanah upacara, Perry menyebutkan tema upacara HUT ke-74 RI ini bertemakan 'SDM Unggul Indonesia Maju'. Tema tersebut mencerminkan prioritas utama strategi pembangunan Indonesia ke depan.

"Makna dan relevansi tema SDM Unggul Indonesia maju dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi kita ke depan. Semua ini demi terwujudnya kesejahteraan rakyat yang merupakan cita-cita para pendiri bangsa sebagaimana tercantum dalam UUD 1945," kata Perry, di Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Menurut Perry, sebagai bank sentral yang memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia, relevansi SDM unggul itu sangatlah penting.


"Relevansi ini penting bagi kita Bank Indonesia yang mempunyai peran sentral di dalam pembangunan ekonomi nasional," tutur Perry.

Selain itu, Perry mengatakan di tengah melemahnya ekonomi global maka penguatan SDM memegang kunci agar Indonesia bisa bertahan dalam gejolak apa pun.

"SDM unggul merupakan kunci bagi Indonesia untuk mampu lebih tahan dari berbagai gejolak dan mendorong momentum pertumbuhan ekonomi. Sebagaimana kita ketahui dunia sedang tidak stabil. Dengan adanya perang dagang, Brexit, dan sejumlah risiko geopolitik lainnya. Melemahnya pertumbuhan ekonomi global dan masih tingginya risiko di pasar keuangan global," imbuh dia.

Namun, Perry menuturkan di tengah tekanan tersebut Bank Indonesia bersama Pemerintah, dan lembaga terkait seperti OJK dan LPS mampu menjaga stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan yang berjangka.

"Alhamdulillah di tengah tekanan risiko yang luar biasa ini, Bank Indonesia bersama pemerintah dan lembaga terkait seperti OJK dan LPS dapat tumbuh relatif baik dengan stabilitas makro dan sistem keuangan yang berjangka," tandasnya.



Simak Video "Hati-hati! Uang Mahar Nikah Jangan Dilipat"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com