ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 17 Agu 2019 17:15 WIB

Upacara HUT ke-74 RI, Mentan Banggakan Capaiannya Selama 5 Tahun

Akfa Nasrulhaq - detikFinance
Foto: Kementan Foto: Kementan
Jakarta - Perayaan HUT RI ke-47 di Kementerian Pertanian tahun ini terasa berbeda. Nuansa kebhinnekaan sangat kental dalam upacara, di mana para jajarannya menggunakan baju adat daerah Indonesia. Menteri Pertanian Amran Sulaiman selaku inspektur upacara tampil dengan baju adat Bugis.

"Hari ini kita bersyukur atas capaian luar biasa Kementan selama 5 tahun. Pegawai Kementan telah bekerja sangat keras dan membuahkan prestasi yang mengagumkan," kata Amran, dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/8/2019).

Mengutip hasil riset Bappenas, kata Amran, sektor pertanian dan perikanan penyumbang pertumbuhan ekonomi daerah. Akumulasi Kenaikan PDB sektor pertanian melonjak hingga mencapai Rp 1.375 triliun atau naik 47%.

Menilik data tahun 2017 dan 2018 misalnya, PDB saat itu nyatanya tumbuh sebesar 3,7% atau melampaui target yang ditetapkan, yakni sebesar 3,5%. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan predikat WTP hingga 3 tahun berturut-turut atas pengelolaan keuangan Kementan yang sangat baik.


Selain itu, lanjut Amran, saat ini investasi sektor pertanian pun meningkat hingga di atas 100% secara akumulatif selama 4,5 tahun.

"Semua keberhasilan tersebut perlu perjuangan, dan ini berkat kerja keras seluruh karyawan Kementan se-Indonesia. Saya minta, semua ini dirawat dan menjadi lebih bagus lagi," tambahnya.

Amran menambahkan, lompatan sektor pertanian dalam menjaga ketersediaan stok pangan antara lain, hingga saat ini stok beras Bulog 2,5 juta ton, stop impor jagung sebesar 3,6 juta ton, dan kini ekspor akibat produksi nasional yang makin baik. Begitu pula dengan beberapa komoditas lainnya seperti bawang merah dan cabai.

Menurut Amran, lompatan sektor energi dengan biodiesel B100 yang digagas Presiden, tidak terlepas dari kemampuan riset pertanian yang maju dalam empat tahun terakhir.

"Target Bapak Presiden di tahun 2022 untuk memanfaatkan B100 secara penuh bukan hal mustahil. Produksi minyak sawit kita 9,1 juta ton pada kuartal I 2019, masih mencukupi untuk pemenuhan ekspor dan biodiesel. Kesejahteraan petani akan terus terdongkrak dengan B100," tegasnya.


"B100 lebih murah 40% dibanding bahan bakar solar lainnya, dan mampu menghemat Rp 26 trilliun devisa negara," lanjutnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan Indonesia ke depan bisa menggunakan biodiesel hingga 100% atau B100 untuk menjadi bahan bakar. Pemanfaatan biodiesel sebagai bahan bakar itu dilakukan secara bertahap yang dimulai dari campuran 20%.

"Kita harus berani memulai dari sekarang beberapa lompatan kemajuan sudah kita lakukan. Kita sudah mulai dengan program B20, akan masuk ke B30 campuran solar dengan 30% biodiesel. Tapi kita bisa lebih dari itu kita bisa membuat B100," kata Jokowi dalam Sidang Bersama DPD-DPR RI 2019, di Senayan, Jakarta baru-baru ini.

Simak Video "Cara Unik Petani Magetan Sambut HUT RI, Konvoi di Sawah Pakai Traktor"
[Gambas:Video 20detik]
(idr/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com