Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Agu 2019 12:02 WIB

Jokowi Mau Pindahkan Ibu Kota, Gerindra: Jangan Boros Demi Pencitraan

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Ilustrasi: Zaki Alfarabi Foto: Ilustrasi: Zaki Alfarabi
Jakarta - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Haryo meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali rencana pemindahan ibu kota dari DKI Jakarta ke Pulau Kalimantan.

Menurut Bambang, tugas prioritas pemerintah sekarang bukan memindahkan ibu kota negara melainkan menjaga stabilitas harga pangan hingga mampu membuat harga pangan inti menjadi lebih murah.

"Pangan kita yang di mana dikatakan harga pangan kita, komoditas kita itu jauh lebih mahal daripada yang di Arab, harga cabai dia separuh kita, mereka bukan negara pangan," kata Bambang di ruang rapat paripurna DPR, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Bambang mengatakan, kondisi keuangan pemerintah dalam hal ini APBN tengah dalam keadaan yang sulit. Oleh karenanya dibutuhkan ekstra tenaga untuk merealisasikan pemindahan ibu kota negara.

Dia menyadari, wacana pemindahan ibu kota negara bukan pertama kali ini saja digulirkan melainkan sejak era Presiden Pertama RI Soekarno. Seharusnya, menurut dia pemindahan ibu kota bisa dilakukan sejak dulu di mana APBN masih memiliki ruang anggaran yang banyak.


"Kondisi sekarang ini negara ini demikian sulit untuk memenuhi apa yang menjadi keinginan negara menutup semua biaya," tegas dia.

Oleh karena itu, dirinya pun meminta kepada pemerintah untuk mempertimbangkan kembali usulan pemindahan ibu kota negara yang sudah disampaikan oleh Presiden Jokowi pada nota keuangan 2020.

"Jadi ini mohon dipertimbangkan, jangan negara ini melakukan pemborosan-pemborosan demi pencitraan. Pemerintah skala prioritas memperhatikan rakyat," ungkap dia.



Simak Video "Jokowi Mau Pindahkan Ibu Kota, Duitnya dari Mana?"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com