Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Agu 2019 18:53 WIB

Akbar Himawan Buchari Siap Bawa HIPMI Menuju Keemasan

Raras Prawitaningrum - detikFinance
Calon Ketua Umum BPP HIPMI 2019-2022, Akbar Himawan Buchari (Foto: dok. Tim AHB) Calon Ketua Umum BPP HIPMI 2019-2022, Akbar Himawan Buchari (Foto: dok. Tim AHB)
Jakarta - Indikator ketangguhan perekonomian sebuah negara salah satunya dilihat dari rasio jumlah pengusaha dengan jumlah penduduknya. Di negara maju, jumlah pengusaha sebesar 14% dari jumlah penduduk. Hal ini dapat membantu negara untuk menstabilkan perekonomian.

Berkaca dari hal tersebut, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah pengusaha Indonesia saat ini terus mengalami kenaikan, yaitu 3,1% pada akhir 2016. Angka tersebut mengalami kenaikan dari 1,56% pada 2014.

Namun angka tersebut masih di bawah negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan angka pengusaha di Indonesia bisa terus meningkat di angka 14%.

Hal tersebut mendorong Calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Akbar Himawan Buchari atau yang akrab disapa AHB, mewujudkan tekadnya untuk turut serta memajukan negara Indonesia, terutama dari sektor perekonomian.

Bersama dengan HIPMI, AHB yakin bisa terus meningkatkan jumlah pengusaha baru di Indonesia dan melahirkan miliuner serta triliuner baru di Indonesia, terutama yang berasal dari anggota HIPMI.

Bayangkan jika angka konglomerat di Indonesia terus bertambah, tentunya akan membawa dampak yang signifikan di negara ini. Berkurangnya angka kemiskinan dan kesenjangan sosial adalah hal yang mudah tercapai untuk kemakmuran bersama.


"Hal ini harus segera kita lakukan. Harus segera dimulai. Inilah saatnya untuk kita memasuki masa keemasan di HIPMI dan tentunya membuat Indonesia bisa setara dengan negara maju lainnya," kata AHB dalam keterangannya, Selasa (20/8/2019).

AHB mengungkapkan ia tidak hanya fokus melahirkan pengusaha baru, tapi juga memberikan pendampingan kepada para pengusaha yang ingin scale up bisnisnya dari menengah hingga besar.

"Pelatihan, pendidikan, serta mentoring sangat diperlukan oleh para pengusaha, terutama pemula. Fokus kami bukan hanya melahirkan pengusaha baru, namun juga menjadikannya pengusaha yang kuat dan tangguh di dunia usaha. Dan bagi para pelaku bisnis lainnya, tentunya bisa terus mengembangkan bisnisnya menjadi lebih besar lagi," ujarnya.

Bisa dikatakan HIPMI menjadi kawah candradimuka untuk para pengusaha di Indonesia untuk meraih kesuksesan bersama. Ini akan menjadi masa keemasan untuk kita semua karena dengan ini akan terjadi multi effect player di beberapa sektor," jelasnya lagi.

Akbar Himawan Buchari Siap Bawa HIPMI Menuju KeemasanCalon Ketua Umum BPP HIPMI 2019-2022, Akbar Himawan Buchari (Foto: dok. Tim AHB)

AHB mengajak pemerintah, khususnya di daerah, untuk melahirkan perda yang bisa mendukung pertumbuhan pengusaha baru di setiap daerah. "Seperti yang telah kita ketahui, HIPMI telah lama menjadi mitra strategis pemerintah. Jika semua sektor memberikan kontribusi dan berperan aktif, maka angka pengusaha 14% adalah hal yang mudah," katanya.

"Saat ini kita sudah dihadapkan dengan Revolusi Industri 4.0 di mana semua sudah mengikuti perkembangan jaman. Di era ini, industri memasuki dunia virtual ditandai dengan serba digitalisasi dan otomasi. Hal ini tentunya dapat meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing yang lebih produktif. Kabar baiknya adalah generasi milenial dikabarkan akan memegang peranan penting dalam industri ini," lanjut AHB.


Hal ini, kata AHB, disebabkan karena generasi milenial dianggap lebih melek digital dibanding lainnya. HIPMI sebagai organisasi pengusaha muda milenial di Indonesia tentunya harus ambil bagian dan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi saat Indonesia juga akan memasuki masa keemasannya.

AHB mengatakan hal tersebut sejalan konsep HIPMI EMAS yang digagas olehnya. "HIPMI EMAS adalah konsep yang telah kami buat untuk memajukan HIPMI. Dengan ini saya yakin HIPMI akan lebih jaya lagi dan menuju masa keemasannya," tegasnya.

EMAS sendiri memiliki spirit tersendiri yaitu Energi baru, Modal usaha, Aktif dan peduli serta Sinergi dan kolaborasi. Hal ini dapat diartikan bahwa AHB akan membawa energi baru untuk memajukan HIPMI, diantaranya adalah dengan membuka kemudahan akses modal usaha yang mudah dan ramah.

Kemudian mendorong kader HIPMI untuk lebih berperan aktif dalam memajukan kewirausahaan dan perekonomian bangsa, serta menciptakan semangat sinergi dan kolaborasi bagi kader HIPMI, pemerintahan, dan pihak lainnya.

"Jika dilakukan dan dikawal dengan baik hal ini akan membawa masa keemasan untuk HIPMI dan Indonesia," ujar pria berusia 32 tahun ini.

Dengan konsep HIPMI EMAS, AHB berharap HIPMI bisa terus mendorong dan melahirkan pengusaha baru di Indonesia. Ke depannya, HIPMI juga mampu membentuk pengusaha yang tangguh dan melahirkan para milyuner dan triliuner baru di Indonesia.

Hal ini tentunya akan memberikan kontribusi nyata kepada negara, terutama pemasukan kas negara melalui pajak. Hal terpenting adalah membuka lebih banyak lapangan pekerjaan untuk masyarakat sehingga HIPMI bisa memberikan kebermanfaatan untuk kehidupan sosial Indonesia.

Sebagai informasi, HIPMI merupakan sebuah organisasi independen para pengusaha muda Indonesia yang bergerak di bidang perekonomian. Di usianya yang sebentar lagi memasuki usia emas, sudah banyak kontribusi yang telah dilakukannya. Hal ini membuat HIPMI menjadi organisasi prestis tempat berkumpulnya para pengusaha di Indonesia. HIPMI juga telah menjadi mitra strategis pemerintah di beberapa sektor.

Simak Video "Jokowi Minta Pengusaha Manfaatkan Revolusi Konsumen"
[Gambas:Video 20detik]
(idr/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com