Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Agu 2019 15:45 WIB

RI Genjot Kerja Sama Dagang dengan 4 Negara Afrika, Ini Rinciannya

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita/Foto: Lamhot Aritonang Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita/Foto: Lamhot Aritonang
Nusa Dua - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan terus berupaya membuka akses pasar produk-produk Indonesia ke pasar non-tradisional, khususnya di kawasan Afrika. Hal itu disampaikan oleh Enggartiasto setelah melakukan pertemuan bilateral dengan empat Menteri dari kawasan Afrika yang hadir dalam kegiatan Indonesia-Africa Infrastructure Dialogue (IAID) di Nusa Dua, Bali.

Keempat Menteri tersebut adalah Menteri Industri, Perdagangan, dan Investasi Wilayah Otonomi Khusus Zanzibar, Tanzania, Amina Saloum Ali; Menteri Perdagangan Djibouti Hassan Houmed; Menteri Pekerjaan Umum, Rekonstruksi, dan Perumahan Somalia, Abdi Adam Hoosow; dan Second Deputy Prime Minister dan Menteri untuk Komunitas Afrika Timur Uganda, A. M. Kirunda Kivejinja.

"Zanzibar ingin impor tekstil dan beras dari Indonesia dan mengundang Indonesia untuk membangun sektor pariwisata. Sedangkan dengan Djibouti disepakati untuk memulai proses joint feasibility study yang akan menjadi dasar penentuan bentuk kerja sama, apakah PTA, FTA atau CEPA," kata pria yang akrab disapa Enggar itu di Nusa Dua, Bali, Rabu (21/8/2019).


Total perdagangan Indonesia-Tanzania tahun 2018 mencapai US$ 334,70 juta. Jumlah ini terdiri atas ekspor Indonesia ke Tanzania sebesar US$ 263,20 juta dan impor US$ 71,50 juta. Produk ekspor utama Indonesia ke Tanzania antara lain kelapa sawit, pakaian wanita, kertas dan karton, serta mesin pengolahan mineral. Sedangkan produk impor utama Indonesia dari Tanzania antara lain cengkeh, kapas, tembakau yang belum diolah, serta tembaga murni dan paduan.

Sementara itu, total perdagangan Indonesia dengan Djibouti tahun 2018 mencapai US$ 211,46 juta. Dari nilai tersebut, ekspor Indonesia tercatat sebesar US$ 211,45 juta dan impor US$ 4 ribu.

"Total perdagangan ini masih jauh dari yang diharapkan sehingga masih terbuka peluang yang sangat besar untuk meningkatkan perdagangan kedua negara. Djibouti memerlukan berbagai produk untuk pembangunan infrastruktur," jelas Enggar.

Produk utama yang diekspor Indonesia ke Djibouti antara lain sabun, minyak kelapa sawit, kertas dan karton, buku tulis, serta margarin. Sedangkan produk-produk yang diimpor Indonesia dari Djibouti antara lain pakaian bayi dan aksesori.


Pada pertemuan dengan Somalia, Enggar mengungkapkan Somalia perlu mitra untuk membangun perumahan karena baru saja pulih dari perang saudara yang diikuti dengan kembalinya diaspora Somalia yang memerlukan tempat tinggal baru. Selain itu, kedua negara sepakat mendorong kerja sama B-to-B, termasuk forum bisnis, serta penjajakan kesepakatan dagang (business matching). Somalia sendiri telah memiliki 15 kantor perwakilan dagang atau agen pembelian di Indonesia.

"Somalia akan menjadi pintu masuk ke Ethiopia dan Kenya bagi produk Indonesia. Untuk meningkatkan perdagangan kedua negara, Indonesia dan Somalia sepakat mencari solusi permasalahan pembayaran transaksi perdagangan,termasuk mendorong kerja sama perbankan dan kemungkinan dilakukannya imbal dagang. Saat ini total perdagangan kedua negara tercatat US$ 68,1 juta yang didominasi ekspor Indonesia," ungkapnya.

Sedangkan, Uganda mengundang Indonesia untuk melakukan investasi di sektor sepatu kulit dan mengundang bank syariah Indonesia untuk membuka cabang dan beroperasi di Uganda. Selain itu, Menteri Uganda juga mengusulkan agar disediakan help desk untuk memfasilitasi produk-produk Indonesia ke Uganda. Terkait perjanjian dagang, Uganda berjanji mendorong Council Minister of EAC untuk mengagendakan pembahasan terkait proposal Indonesia untuk merundingkan PTA dengan EAC yang telah diusulkan pada bulan Juni 2017.

"Melalui pertemuan bilateral ini, Indonesia meminta dukungan Uganda agar pembahasan PTA Indonesia-EAC dapat segera dimulai," katanya.

Simak Video "Mendag Sampaikan Doa dari 16 Negara Untuk Wiranto"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com