Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Agu 2019 16:08 WIB

Sri Mulyani Sebut Ekonomi Jerman hingga India Sedang Susah, Masa Sih?

CNBC Indonesia - detikFinance
Foto: Dok. Reuters
Jakarta - Perlambatan ekonomi dunia masih terasa di berbagai negara. Banyak bukti dan data yang menunjukkan hal tersebut.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut ada beberapa negara yang sedang mengalami masa ekonomi sulit. Benarkah demikian?

"Jerman, Singapura, negara Amerika Latin seperti Argentina dalam masa krisis. Meksiko, Brasil, juga dalam situasi sulit. Amerika Latin, Eropa, China, dan bahkan kawasan Asia sendiri termasuk India yang jadi motor penggerak ekonomi di pasar berkembang juga mengalami pelemahan," kata Sri Mulyani, Rabu (21/8/2019).

Seperti dikutip dari riset CNBC Indonesia, negara-negara yang disebut Sri Mulyani memang sedang dalam situasi yang rumit bin sulit. Jerman mencatatkan pertumbuhan ekonomi 0,4% year-on-year (YoY), melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 0,9%.

Selepas kuartal II, situasi di Jerman sepertinya masih berat. Pada Juli, inflasi produsen di Jerman adalah 1,1% YoY, melambat dibandingkan bulan sebelumnya yaitu 1,2% YoY. Angka 1,1% juga menjadi yang terlemah sejak Desember 2016.

Artinya, dunia usaha di Negeri Panser ragu-ragu untuk menaikkan harga. Ada kekhawatiran konsumen tidak bisa mengikuti. Pertanda ekonomi sedang gloomy.

Sementara di kawasan Amerika Latin, situasinya tidak lebih baik. Argentina, yang tahun lalu dilanda krisis nilai tukar, berpotensi mengalaminya lagi tahun ini.

Mata uang peso sempat melemah sampai 15% dalam sehari dan menyentuh posisi terlemah sepanjang sejarah. Sejak awal tahun, peso anjlok 45,48% di hadapan dolar Amerika Serikat (AS).

Ke depan, risiko depresiasi peso masih terbuka lebar. Pasalnya, ada ketidakpastian besar yang menggelayuti Negeri Lionel Messi.

Dalam pemilu awal, Presiden Mauricio Macri yang juga calon petahana (incumbent) kalah telak dari gacoan opsisi, Alberto Fernandez, dengan perolehan suara 32,3% berbanding 47,4%. Kemenangan Fernandez yang sudah di depan mata membuat pasar khawatir karena ada kemungkinan Argentina bakal gagal membayar utangnya kepada Dana Moneter Internasional (IMF).


"Ada kenyataan yang tidak bisa disangkal. Dalam kondisi seperti sekarang, Argentina tidak akan mampu membayar utang. Saya tidak punya masalah dan akan membantu Bapak Presiden (Macri) untuk melakukan renegosiasi," ungkap Fernandez, mengutip Reuters.

Tahun lalu, Macri mengundang IMF ke Argentina untuk mengatasi krisis. Selain dapat utangan, Argentina juga diarahkan untuk melakukan penghematan, salah satunya di sisi anggaran negara. Pos-pos konsumtif seperti subsidi dipangkas untuk membuat anggaran kembali sehat.

Kini, Argentina terancam defaut ketika Fernandez resmi berkuasa. Hal ini tentu membuat pelaku pasar tidak nyaman dan menjauhi pasar keuangan Argentina. Tentu hasilnya adalah peso akan kembali tertekan.

Negara di Asia Pun Sama

Bagaimana dengan para jagoan Asia? Sama saja, semua kesulitan.

Pada kuartal II-2019, ekonomi China tumbuh 6,2%. Melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 6,4% dan menjadi laju terlemah dalam 27 tahun terakhir.

Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi China pada 2019 sebesar 6,3%, melambat dibandingkan realisasi 2018 yaitu 6,6%. Sementara Bank Dunia meramal ekonomi China tahun ini tumbuh 6,2%.

Sementara India membukukan pertumbuhan ekonomi 5,84% pada kuartal I-2019. Laju terlemah sejak kuartal II-2013.

Masalah di India belum selesai. Pada Juli, penjualan grosir (wholesale) naik 1,08% YoY. Ini menjadi laju paling lambat sejak Juni 2017.


Kemudian negara tetangga kita, Singapura, cuma mencatatkan pertumbuhan ekonomi 0,1% YoY pada kuartal II-2019. Laju paling loyo sejak 2009.

Kisah sedih belum selesai. Angka pengangguran Singapura pada kuartal II-2019 tercata 2,2%, tidak berubah dibandikan kuartal sebelumnya. Ini menjadi angka tertinggi sejak kuartal II-2017.

Oleh karena itu, kita belum boleh berleha-leha. Perlambatan ekonomi global adalah sesuatu yang nyata, bukan mitos. Kalau kondisi semakin parah, resesi global bisa kejadian.

Artikel asli berita ini bisa dilihat di CNBC Indonesia melalui tautan berikut ini: Sri Mulyani Sebut Jerman Sampai India Sedang Susah, Benarkah?

Simak Video "Terpukul Virus Corona, Ekonomi Jepang Menuju Jurang Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com