Ical-Sugiharto Kian Tak Kompak

Ical-Sugiharto Kian Tak Kompak

- detikFinance
Senin, 24 Okt 2005 12:34 WIB
Jakarta - Perseteruan antara Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dan Menneg BUMN Sugiharto semakin tajam. Pernyataan dua menteri ekonomi ini pun ibarat Jaka Sembung bawa golok, alias nggak nyambung bo...Salah satunya adalah soal privatisasi saham BRI dan Bank Mandiri. Jika Sugiharto menolak tegas-tegas rencana tersebut mengingat harga saham dua bank itu yang masih rendah, namun tidak dengan Aburizal.Sugiharto secara tegas menolak mentah-mentah penjualan 5-8 persen saham Bank Mandiri dan BRI pada saat ini. "Saya enggak ridho harus melepas saham Bank Mandiri dan BRI karena harganya sedang buruk. Maka akan dialihkan ke aset lain untuk menutup defisit," tegas Sugiharto dalam kesempatan buka puasa bersama wartawan di kediamannya, Sabtu malam (22/10/2005).Sugiharto pun mengusulkan menjual aset BUMN di bidang infrastruktur telekomunikasi yang saat ini valuasinya sedang tinggi.Opsi kedua adalah tetap menjual aset perbankan dengan akuisisi internal antar-BUMN. Menurutnya hal ini akan memberi masukan kas bagi negara tanpa menghilangkan porsi pemilikan pemerintah.Namun Aburizal menampik usulan Sugiharto. Menurut menteri yang biasa disapa Ical ini, target privatisasi dalam APBN sebesar Rp 3,5 triliun harus dipenuhi, dan tidak bisa diubah dengan pemasukan dari sektor mana pun.Terkait setoran privatisasi, Ical, sapaan akrab Aburizal, tetap meminta agar Rp 3,5 triliun harus disetor. "Tidak bisa diambil dari dividen," tegas Ical.Padahal Sugiharto sudah punya ancang-ancang. Dengan tidak jadinya BRI dan Bank Mandiri dijual, pihaknya tetap optimistis bisa memenuhi setoran BUMN sebesar Rp 12,4 triliun, bahkan lebih. Setoran sebesar itu berasal dari dividen Rp 12 triliun yang sudah disetor, dan sisanya sebesar Rp 1,6 triliun diharap bisa masuk dari divestasi PGN.Perbedaan pendapat lainnya adalah seputar divestasi PGN. Jika Ical menyatakan sudah menunjuk Danareksa sebagai penjamin emisi, namun Sugiharto membantahnya. Menurut mantan Direktur Keuangan Medco ini, masalah penjamin emisi PGN belum diputuskan.Tidak hanya kali ini dua menteri ekonomi tersebut berbeda pendapat. Mereka pun juga sempat silang pendapat soal akuisisi BTN oleh BNI.Sangat disayangkan di saat kondisi keuangan negara yang tengah morat-marit, dua menteri ekonomi ini tidak kompak dan justru memberikan pernyataan yang membingungkan masyarakat, khususnya para pebisnis. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads