Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 27 Agu 2019 18:15 WIB

Punya Cita-cita Jadi Bos Startup? Baca Dulu Tips Ini

Vadhia Lidyana - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Internet Ilustrasi/Foto: Internet
Jakarta - Kamu milenial dan pengin banget jadi bos Startup? Ada Beberapa bekal penting yang perlu diketahui seperti mengatur strategi, membentuk pikiran, dan juga cara berkomunikasi itu penting untuk mewujudkan hal tersebut.

Menurut Deddy Corbuzier, aktor sekaligus content creator yang memulai karirnya di dunia hiburan, langkah pertama yang harus dilakukan anak muda untuk memulai sebuah usaha adalah personal branding atau menciptakan ciri khas diri sendiri.

"Banyak milenial ingin membuat impact to the world. Tapi mereka nggak tahu caranya bagaimana, membuat personal branding mereka. Nah cara berpakaian, cara bicara, itu branding Anda. Membuat self branding sangat penting apa lagi untuk membuat sebuah proyek atau bekerja di suatu tempat," kata Dedy dalam konferensi pers Lenovo Thinkbook CEO Club, di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Kedua, milenial perlu berpikir kreatif. Dalam hal ini, Dennis Adhisawara yang berprofesi sebagai aktor sekaligus CEO Rombak Media mengatakan, pikiran kreatif mampu menciptakan jalan ke luar di dalam kondisi terdesak.

"Creative thinking itu penting karena yang namanya hidup kita pasti akan menemukan sebuah problem ya. Namanya problem itu jangan serta merta dijauhi. Justru harus dihadapi dan dicari solusinya bersama-sama," jelas Dennis.


CMO Tiket.com Gaery Undarsa membeberkan langkah ketiga untuk anak muda yang mau menjadi CEO, yakni leadership communication atau berkomunikasi sebagai pemimpin. Gaery mengatakan, untuk memperoleh wibawa harus dimulai dengan berkomunikasi yang baik dengan karyawan atau rekan kerja lainnya.

"Sebenarnya orang itu pintar, banyak ide, tapi kalau tidak ada yang respect susah. How do we gain that respect? Especially young leaders, banyak banget sekarang kan manager atau director yang masih muda umurnya. Bagaimana caranya ketika masuk ke real world industry orang melihat kita tidak hanya muda doang, tapi karena mereka respect us. Jadi how to communicate itu penting," papar Gaery.

Keempat, mengatur level stress daalam diri masing-masing anak muda tersebut. Managing Director Duta Bangsa Naomi Siregar mengatakan, mengatur level stress itu dimulai dari menjaga emosi dan mengatur suasana hati, membatasi prioritas, bahkan hingga cara bernapas.

"Stress management itu sangat penting. Mulai dari cara pernafasan, menjaga emosi, membatasi prioritas, mana yang level urgensinya dikerjakan dulu. Kemudian pada saat bertemu dengan orang lain pada saat mood nya nggak oke nih di pagi hari mereka harus switch mimik wajahnya dan lain-lain," ucap Naomi.


Kelima, anak muda harus memanaskan mesin'. Putri Indahsari Tanjung, CEO Creativepreneur Event Creator mengungkapkan, anak muda harus bersiap-siap menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat yakni dengan menanamkan jiwa wirausaha.

"Kita juga fokus menyebarkan virus entrepreneurship mindset karena yang terpenting sekarang anak muda memiliki itu. Sekarang ini persaingan di dunia bisnis semakin tinggi, komposisi dari skill bisnis semakin tinggi of course kita akan jenuh dengan semua itu. Apalagi kalau kita gagal pasti sedih. Tapi bisnis kan proses, bisnis itu bukan lari sprint, tapi marathon. Kita terus lari terus. Nggak berhenti," terang wanita yang akrab disapa Uti tersebut.

Simak Video "Jadi Entrepreneur di Usia Muda, Putri Tanjung: Nggak Bisa Instan"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com