Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 28 Agu 2019 13:30 WIB

Bagaimana Kapal Penyeberangan Menggerakkan Ekonomi Kupang?

Syanti Mustika - detikFinance
Foto: Kondisi Pelabuah Tol Laut di Kupang (Syanti Mustika/detikFinance) Foto: Kondisi Pelabuah Tol Laut di Kupang (Syanti Mustika/detikFinance)
Jakarta - Keberadaan kapal penyeberangan di Kupang sangat berpengaruh pada perekonomian. Harga tiket kapal yang terjangkau memudahkan masyarakat untuk melakukan transaksi jual-beli.

detikcom bersama Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan datang ke Kupang dalam tajuk 'Menyambung Nusantara, Merajut Bangsa'. Kami melihat langsung peran kapal penyeberangan bagi warga Kupang dan sekitarnya.

Adanya tol laut makin mempermudah masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil untuk mengakses Kupang. Salah satu gunanya yaitu mempermudah kegiatan ekonomi. Hal ini diungkapkan oleh Sengaji, Kasubag Tata Usaha Kapal KSOP Kelas III Kupang.

"Dari Kupang ke seperti Rote, menyangkut transportasi umum ada 2 keberangkatan kapal. Sebenarnya juga ada pesawat terbang yang menghubungkan Rote dengan Kupang, namun harganya mahal. Makanya keberadaan kapal dengan tiket terjangkau sangat membantu masyarakat," ujarnya, Rabu (28/8/2019).


Dia juga mengatakan bahwa kegiatan perekonomian masyarakat sangat terbantu dengan adanya tol laut ini. Warga semakin mudah melakukan distribusi sembako ke wilayahnya.

"Ada dua kapal setiap harinya yang berlayar Kupang- Rote. Barang-barang dan sembako yang berasal dari Jawa semuanya dibawa ke Kupang, karena angkutan transportasi darat semuanya ada di Kupang. Setelah itu barulah didistribusikan ke pulau-pulau sekitar, salah satunya Pulau Rote," katanya.

"Juga banyak kapal perintis yang menghubungkan Kupang dengan pulau-pulau terpencil sana, seperti Samulake, daerah Flores sana. Harga tiketnya yang terjangkau hingga warga bisa membeli barang dari sini dan dijual lagi di daerahnya sana. Terlihat keberadaan kapal membantu warga semakin mudah mendapatkan sembako dengan harga murah," tambahnya.

Terdapat dua pilihan yang bisa digunakan masyarakat yang ingin menyeberang. Apakah menggunakan kapal ferry atau kapal cepat.

"Bagi yang membawa sembako atau barang bangunan berangkatnya dari Pelabuhan Bolok. Mereka naik menggunakan kapal KMP Ranaka, menyeberang Kupang-Rote harganya mulai Rp 59 ribu per orang. Waktu tempuh untuk menyeberang sekitar 3,5 jam,"

" Sedangkan turis atau warga yang tidak membawa barang dan ingin cepat biasanya naik kapal cepat. Memang harga tiketnya lebih mahal, sekitar Rp 172 ribuan, namun kapalnya nyaman dan ada AC. Waktu tempuhnya pun 1 jam 50 menit," jelasnya.


Adapun kapal yang mengangkut barang dan orang di Pelabuhan Bolok mampu membawa penumpang sebanyak 150-250. Sedangkan kapal cepat mampu membawa penumpang 400 orang.

Saat ini kapal yang digunakan adalah kapal dengan GT 1689. Harapan dari pihak KSOP adalah bisa menggunakan kapal dengan GT 2000.

"Harapan kami ke depannya adalah bisa menggunakan kapal dengan GT 2000. Hingga kami bisa mengangkut penumpang lebih banyak," tutup Sengaji.

Dampak adanya konektivitas transportasi tol laut juga berdampak pada penyaluran BBM ke Rote. Semakin mudahnya ke Rote, harga BBM di Rote bisa setara dengan harga pasaran Pertamina.

"Dulu kami mengangkut minyak menggunakan kapal-kapal kecil dan minyak diangkut dengan drum. Sesampai di Rote harganya juga lebih tinggi dari harga Pertamina. Namun sekarang, penyaluran BBM sudah gampang dan harganya pun sama dengan Pertamina. Ini salah satu dampak besar dari tol laut bagi warga sekitar," jelas Gitlif Elimanafe, Seksi Lalu Lintas Pelabuhan Ba'a Rote.

Simak Video "Jokowi Sebut Ada Pihak Swasta Nakal Main-main di Tol Laut"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com