Harga BBM Tidak Naik Tahun 2006
Rabu, 26 Okt 2005 01:28 WIB
Jakarta - Panitia Kerja A yang terdiri dari pemerintah dan DPR yang membahas asumsi ekonomi makro dalam RAPBN 2006 menyepakati besaran subsidi BBM pada tahun anggaran 2006 sebesar Rp 54,27 triliun."Diasumsikan tidak ada kenaikan harga BBM pada tahun 2006," ujar Ketua Panja A Amin Said Husni dalam rapat pleno Panitia Anggaran di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/10/2005).Panja A juga menyepakati pertumbuhan ekonomi 2006 ditargetkan sebesar 6,1 persen atau turun 0,1 persen dari usulan pemerintah 6,2 persen.Inflasi disepakati sebesar 8 persen atau naik dari usulan pemerintah sebesar 7 persen. Nilai tukar rupiah disepakati berkisar antara Rp 9.900 per dolar AS atau naik Rp 500 usulan pemerintah pada level Rp 9.400 per dolarnya.Untuk SBI dengan jangka waktu 3 bulan, disepakati sebesar 9,5 persen atau naik 1,5 persen dari usulan pemerintah. Harga minyak yang disepakati sebesar US$ 57 per barel atau naik 17 persen dari RAPBN 2006 yang diusulkan pemerintah sebesar US$ 40 per barelnya.Sementara mengenai defisit anggaran diproyeksikan sebesar 19,438 triliun atau 0,6 persen dari PDB. PDB-nya sendiri dipatok pada Rp 3.037,908 triliun.Sementara itu Anggota Panitia Anggaran dari Fraksi PDIP Ramson Siagian mengatakan untuk lifting atau produksi minyak disepakati sebesar 1,050 juta barel per hari. Padahal semula diperkirakan lifting minyak mencapai 1,100 juta barel per hari. "Lifting sebanyak itu dinilai tidak realistis sehingga lifting disepakati sebesar 1,050 juta barel per hari," ujar Ramson ketika dihubungi detikcom lewat telepon.Namun pemerintah dan DPR masih harus terus melakukan pembahasan mengenai asumsi-asumsi makro dalam RAPBN 2006.
(ddn/)











































