Kapal Kecil Bisa Tersambung Internet Pantau Logistik hingga Komunikasi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 30 Agu 2019 15:30 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Sedikitnya 162 pelaku industri perkapalan, pelabuhan, offshore dan sektor pertanian berkumpul di JIExpo Kemayoran dalam ajang INAMARINE 2019.

Dalam kesempatan itu, para peserta pameran memperkenalkan beragam produk dan layanan sektor. Salah satunya yang terbaru adalah Ultra Small Aperture Terminal (USAT) yang dikembangkan Telkomsat.

"Saat ini Telkomsat baru saja mengembangkan USAT, dimana produk ini merupakan solusi layanan untuk segmen low cost maritim dan pemilik kapal kecil," kata SEAM Maritime, Oil & Gas, AviationSeam Maritime, Oil and Gas, and Aviation, Tjatur Prasetyo dalam siaran pers pada saat pameran INAMARINE 2019, Jumat (30/8/2019).


Ia menjelaskan layanan USAT menerapkan teknologi komunikasi satelit terbaru dengan teknologi TDMA (outbound and inbound management) yang memungkinkan layanan shared bandwidth, sehingga menghemat penggunaan transponder bandwidth serta menjaga harga layanan airtime tetap terjangkau.

Selain itu, sistem komunikasi ini menggunakan kecepatan unggah data mulai dari 250 Kbps dan kecepatan unduh data hingga 1 Mbps.

Tjatur juga mengatakan secara khusus, layanan ini menargetkan kapal-kapal kecil, baik di skala regional maupun daerah pesisir, misalnya pada sektor perikanan dan layanan offshore. Layanan ini akan memainkan peran penting dalam usaha me-modernisasi industri seperti perikanan, manajemen kapal yang efisien.

"Tidak hanya USAT, melalui ajang ini Telkomsat berkesempatan memperkenalkan produk & layanan maritim nya berupa solusi layanan terintegrasi untuk telekomunikasi maritim seperti, internet di atas kapal (Coconnet), dam Vessel Information System (VIS) untuk memonitoring logistik dan pergerakan kapal," katanya.


Tjatur juga mengatakan bahwa teknologi USAT mampu menstabilkan arah pointing ke satelit yang dituju walaupun platform tempat antena bergoyang atau bergerak. Dengan demikian, interkoneksi untuk akses internet dan aplikasi lain yang sangat dibutuhkan bagi kegiatan bisnis di lepas pantai dan di tengah laut dapat terpenuhi.

Sementara itu, AVP Corporate Communication Telkomsat, Sinai Handayani mengatakan bahwa pihaknya menilai pameran ini cukup bergengsi untuk diikuti karena merupakan pameran Maritime & Offshore terbesar yang diikuti oleh kurang lebih 162 exhibitor baik dari dalam maupun luar negeri.

"Melalui pameran ini Telkomsat berharap dapat menarik pelaku bisnis maritime beserta ekosistem maritime di Indonesia untuk dapat menggunakan produk dan layanan Telkomsat untuk setiap kegiatan bisnis maritime," katanya.

Simak Video "Sederet Inovasi BMKG Dukung Indonesia Jadi Poros Maritim Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)