Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 03 Sep 2019 16:15 WIB

Infrastruktur Digenjot, Bisnis Logistik Tumbuh 10%

Zulfi Suhendra - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Presiden Joko Widodo masih gencar membangun infrastruktur. Hal itu dinilai bisa memicu pertumbuhan angkutan logistik. Pertumbuhan logistik disebut masih bergairah.

Salah satunya adalah di sektor transportasi darat berbasis jalan. Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), Zaldi Ilham Masita mengatakan, bisnis logistik tahun ini akan tumbuh sekitar 10% dibandingkan tahun lalu. Kemudian, bisnis logistik pada 2020 sekitar 8-9%. Angka itu masih lebih tinggi apabila dibandingkan pertumbuhan ekonomi.

"Pertumbuhan 10% tidak lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bisnis logistik pada tahun-tahun sebelumnya rentang antara 12% dan 14%," tutur Zaldi. Kendati demikian, prospek bisnis logistik pada 2020, menurut Zaldi, tetap harus diwaspadai," kata Zaldi di Jakarta, Selasa (3.9.2019).



Hal itu diamini oleh Direktur Utama PT Putra Rajawali Kencana (Pura Trans) Ariel Wibisono. Dia mengatakan, prospek bisnis angkutan darat asih sangat menjanjikan, ditopang masifnya pembangunan infrastruktur dan ekspansi pabrik sejumlah perusahaan besar.

"Dalam beberapa tahun ke depan, populasi angkutan barang nasional diprediksi tumbuh 50% per tahun," kata dia

Menurutnya, pemerintah telah merampungkan pembangunan tol Trans Jawa yang membentang dari Merak hingga Probolinggo sepanjang 969 kilometer (km). Fasilitas ini dan Sistem Logistik Nasional yang terintegrasi akan mempermudah dan mempercepat arus pengiriman barang dengan menggunakan truk.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com