Truk Obesitas Picu Kecelakaan Maut di Tol Cipularang

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 05 Sep 2019 07:41 WIB
3.

Alat Timbang akan Dipasang Digerbang Tol

Truk Obesitas Picu Kecelakaan Maut di Tol Cipularang
Foto: Antara Foto

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi mengatakan akan memperketat pengawasan untuk mengatasi truk obesitas atau Over Load Over Dimension (ODOL). Budi mengatakan, pengawasan ketat itu dilakukan dengan memasang weigh in motion atau alat timbang kendaraan yang dipasang di pintu-pintu gerbang tol yang sering dilewati oleh angkutan barang.

"Kalau di jalan tol kan ada kepolisian. Kalau saya pengawasan ada di jalan negara dengan menggunakan jembatan timbang. Kalau di jalan tol sebetulnya sedang dalam proses tahapan, BPJT kemudian operator jalan tol sedang memasang weigh in motion (WIM)," kata Budi.

Lebih lanjut, Budi meminta agar proyek tersebut dipercepat untuk mengatasi truk obesitas ini.

"Makanya saya lagi minta percepatan kepada kepala BPJT, tahun 2020 nanti jalan tol zero ODOL. Karena di jalan tol itu butuh keselamatan lebih," kata Budi.

"Seperti kejadian kemarin (Kecelakaan di Tol Cipularang). Kalau di jalan negara sampai melibatkan (kecelakaan) banyak kendaraan kan jarang. Karena kecepatan, tol kan bebas hambatan jadi kecepatan tinggi. Jadi saya minta mungkin di tahun 2020 zero ODOL bisa diterapkan segera," jelasnya.

Dia menambahkan, untuk menerapkan terkait hal itu perlu sinergi antar instansi pemerintahan. "Alat ini sudah terpasang di beberapa ruas jalan tol di Semarang, sudah dicoba. Kemudian di sekitar Jakarta ke Merak terpasang juga. Cuma persoalannya adalah BPJT tidak punya kewenangan melakukan penindakan. Ini nanti kita komunikasikan dengan kepolisian," kata Budi.

Lanjutnya, dengan alat ini nantinya truk akan dikeluarkan dari tol jika muatannya berlebih.

"Iya, rencananya begitu. Teknisnya begitu nanti mau masuk jalan tol, ada alat WIM yang mendeteksi dengan menggunakan sinyal, mobil ini muatannya lebih atau tidak. Kalau lebih nanti akan dikeluarkan," kata Budi.

(dna/dna)