Defisit Diperbesar, Rasio Utang Bakal Naik Jadi 44%

Defisit Diperbesar, Rasio Utang Bakal Naik Jadi 44%

- detikFinance
Rabu, 26 Okt 2005 15:05 WIB
Jakarta - Upaya pemerintah untuk meningkatkan pembangunan dan mengurangi jumlah pengangguran dengan memperbesar defisit akan meningkatkan rasio utang terhadap PDB.Semula, pemerintah menargetkan defisit 0,7 persen sehingga rasio utang sebesar 42 persen PDB. Namun dengan kenaikan defisit menjadi 1,1 persen, maka rasio utang menjadi 44 persen.Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Aburizal Bakrie usai membuka pasar murah di Desa Mangunjaya, Tambun, Bekasi, Rabu (26/10/2005)."Memperbesar defisit, maka debt to GDP atau perbandingan antara utang dengan PDB tahun depan yang rencananya 42 persen akan meningkat menjadi 44 persen," kata menteri yang biasa disapa Ical ini.Namun menurut Ical, rasio utang sebesar 44 persen pada tahun 2006 itu masih lebih rendah dari rasio utang pada akhir tahun 2005.Ditambahkan, dengan adanya tambahan defisit menjadi 1,1 persen, berarti ada tambahan yang diberikan utuk membiayai pembangunan. "Yang jadi pertanyaan adalah apakah kita mau defisit kecil sekali atau defisit yang pantas, tidak bisa kedua-duanya," tegas Ical.Sebelumnya, pemerintah mengusulkan defisit tahun 2006 menjadi 1,1 persen dari perkiraan semula sebesar 0,7 persen. Defisit itu diperbesar karena pemerintah berniat memberikan stimulus-stimulus berkaitan kenaikan harga BBM. Hal itu menyebabkan jumlah penganggur semakin meningkat."Jadi dengan tambahan biaya itu kita coba kebijakan sektor-sektor yang padat karya," ujar Menkeu Jusuf Anwar dalam rapat dengan DPR, Selasa (25/10/2005) malam. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads