Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 05 Sep 2019 23:00 WIB

Kejar Pajak Google hingga Netflix, RI Bisa Raup Triliunan

Vadhia Lidyana, Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Halaman 1 dari 3
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Pemerintah menyusun aturan baru untuk memungut pajak perusahaan teknologi seperti Google hingga Netflix. Aturan ini tertuang dalam Rancangan undang-undang (RUU) tentang Ketentuan dan Fasilitas Perpajakan untuk Penguatan Perekonomian.

Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Robert Pakpahan menjelaskan, khusus Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang berlaku saat ini ialah pemungutan dan penyetoran PPN barang impor tidak berwujud dilakukan oleh konsumen dalam negeri.

Pada aturan yang baru, pemerintah akan menunjuk subjek pajak luar negeri (SPLN) seperti pedagang, penyedia jasa atau platform di luar negeri untuk memungut, menyetor dan melaporkan PPN. SPLN juga dapat menunjuk perwakilan di Indonesia untuk melakukan kegiatan tersebut.

Selain itu, dari kebijakan tersebut, pemerintah bisa meraup penerimaan cukup besar. Mau tahu informasi selengkapnya? Baca di sini:

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com