Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 07 Sep 2019 14:30 WIB

Kementan Lepas Ekspor 240 Kg Salak Tasik ke China

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Foto: Kementan Foto: Kementan
Jakarta -

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Bandung melepas ekspor 240 kg Salak Tasik ke China di awal musim panen 2019. Produk hortikultura yang banyak diminati pasar dunia ini mulai memasuki masa panen pada bulan September hingga November nanti.

"Alhamdulilah dengan budidaya yang baik, penanganan pascapanen yang sesuai standar produk ini siap awali musim panen. Semoga bisa mencapai target ekspor, jika ada kesulitan pada persyaratan teknis ekspor, jangan ragu-ragu hubungi petugas Karantina," kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/9/2019).

Jamil menjelaskan kunjungan kerjanya kali ini bertujuan untuk memastikan layanan 'jemput bola' atau pemeriksaan karantina di gudang pemilik dengan 'inline inspection' telah berjalan dengan baik.

"Masukan dari pelaku usaha sangat kami hargai untuk terus perbaikan layanan kedepan," ujarnya.

Barantan selaku fasilitator perdagangan produk pertanian terus lakukan inovasi layanan agar terus mengawal pelaku usaha dalam bersaing di pasar global.

Pimpinan PT NSG Cabang Tasikmalaya, Aji mengapresiasi pendampingan Kementan ini. Saat ini, perusahaannya memiliki rumah kemasan yang menangani produk hortikultura berupa kelapa, jeruk purut, manggis juga salak.

Guna memenuhi permintaan salak, selain dari petani salak di Tasik, ia juga membeli salak dari Yogyakarta. Sementara untuk jeruk purut, manggis dan kelapa semuanya berasal dari petani di Kabupaten Pangandaran, Garut dan Tasikmalaya.

Kepala Karantina Pertanian Bandung, Iyus Hidayat yang hadir dan mendampingi kunjungan kerja kali ini juga menyampaikan data bahwa eksportasi salak di wilayah kerjanya pada 2018 sebanyak 299,4 ton. Ia berharap dengan ekspor perdana di awal musim panen dapat mencapai target tahunan hingga akhir musim panen nanti.

Pada saat yang bersamaan hadir Sekretaris Dinas Pangan dan Perikanan Kabupaten Tasikmalaya, Didit Abdullah. Ia turut melepas ekspor produk unggulan Jawa Barat yakni olahan kayu berupa barecore tujuan China dengan volume ekspor sebanyak 1.004 metrik ton dari tiga perusahaan.

Adapun ketiga perusahaan itu antara lain PT Bineatama Kayone Lestari, PT Albasi Nusa Karya dan CV Sandi Persada dengan nilai Rp 3,1 miliar tujuan Cina.

"Untuk produk olahan kayu ini ada tren peningkatan, tercatat di tahun 2018 sebanyak 73,9 ribu metrik ton dengan nilai Rp 197 miliar. Sementara hingga Agustus 2019 telah tercatat 59,5 ribu metrik ton dengan nilai Rp 161,9 miliar, diharapkan hingga akhir tahun dapat meningkat yang signifikan," tutup Iyus.





Simak Video "Ternyata Salak Bisa Jadi Saus, Begini Cara Pembuatannya!"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com