Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Sep 2019 11:23 WIB

Harga Garam Anjlok, Petani di Rembang Pilih Timbun Hasil Panen

Arif Syaefudin - detikFinance
Foto: Arif Syaefudin/detikcom Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang - Awal bulan September ini merupakan musim panen garam untuk wilayah Rembang. Namun, para petani garam di Rembang justru memilih untuk tidak menikmati hasil panennya terlebih dahulu.

Saat ditemui, para petani garam di wilayah Kecamatan Kaliori mengaku lebih memilih untuk menimbun terlebih dahulu hasil panen garam mereka, ketimbang langsung menjual hasil panen garam.

Lilik, salah seorang petani garam asal Desa Matalan, Kecamatan Kaliori mengaku enggan untuk langsung menjual hasil panen garamnya. Sebab, harga garam saat ini menurutnya sangat murah. Tidak sesuai dengan hasil jerih payah petani ketika menggarap lahan garam.

"Sekarang harga garam Rp 350 per kilogram. Iya ini para petani pada nimbun. Nanti ketika harga sudah mulai membaik, nanti baru kami keluarkan lagi stoknya untuk dijual," kata Lilik di lokasi, Selasa (10/9/2019).


Sementara petani lainnya, Jamari mengaku ia sampai akan membuat gudang penyimpanan garam pribadi miliknya untuk menyimpan stok garam sampai harganya membaik. Ia justru lebih memilih untuk mengeluarkan modal lagi guna membangun gudang, ketimbang menjual garam dengan rugi.

"Ini saya mau bangun gudang lagi agar bisa menampung garam-garam lainnya. Daripada kalau saya jual saat ini ke pengepul, dengan harga segitu kasihan para pekerja," jelasnya.

Tarso, petani garam asal Desa Bogoharjo, Kaliori menengarai jatuhnya harga garam di tingkat petani akibat kualitas garam yang kian memburuk. Diakuinya, bahan baku pembuatan garam yakni air laut di beberapa titik di wilayahnya saat ini cenderung buruk.

"Ini kelihatannya air bening yang kita ambil, tapi ternyata kotor. Pas nanti mulai dijemur, kalau sudah agak lama airnya jadi merah. Padahal harusnya tetap bersih, akhirnya kualitasnya memburuk," katanya.



Simak Video "Pemerintah Mau Bikin Pabrik Garam Kapasitas 40 ribu ton/tahun"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com