PLN Pusing, Pemasok Listrik Swasta Minta Kenaikan Harga
Kamis, 27 Okt 2005 11:20 WIB
Jakarta - Sejumlah perusahaan swasta pemasok listrik ke PLN dan telah menandatangani Power Purchase Agreement (PPA) meminta kenaikan harga menyusul terus naiknya suku bunga. PLN pun dibuat pusing.Hal tersebut disampaikan Dirut PLN Eddie Widiono dalam acara ulang tahun ke-60 PLN di Gedung Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (27/10/2005)."Kita saat ini sedang menghadapi masalah pelik karena ada sekitar 1.200 megawatt yang saat ini masih dalam PPA, LoI-nya sudah keluar. Tapi kita ada masalah, SBI naik. Intinya mereka minta penyesuaian harga," ungkap Eddie.Para pemasok listrik swasta itu meminta penyesuaian harga mengingat sewaktu ditenderkan suku bunga masih di kisaran 12 persen, namun sekarang sudah mencapai 18 persen. "Sehingga para penawar keberatan dengan harga yang sudah ditetapkan sebelumnya," ujarnya.Terhadap permintaan ini, kata Eddie, PLN tengah mencari jalan tengahnya. "Makanya masalah ini akan kita konsultasikan ke pemerintah bagaimana jalan keluarnya," tambah Eddie.Ditambahkan, karena tender ini sudah ditandatangani, agak sulit untuk tender ulang kembali. "Kalau kita tender ulang, kita kehilangan waktu yang cukup berharga. Soalnya dalam negosiasi ada rambu-rambu yang harus ditaati," kata Eddie.Listrik yang sudah diteken PPA-nya sebanyak 1.200 megawatt itu berasal dari pembangkit-pembangkit kemitraan PLN yang skalanya kecil dan tersebar di luar Jawa-Bali seperti di Ternate, Tidore, Ambon dan Sampit.Rencananya, pembangkit itu akan dibangun 700 megawatt mulai Desember, dan 200 megawatt pada Februari 2006. "Sementara yang 200 megawatt lainnya akan dilaksanakan mulai triwulan tahun depan," ungkap Eddie.Pembangunan pembangkit itu akan mempengaruhi jadwal pemenuhan target PLN untuk mengurangi beban biaya BBM. Pasalnya, sebagian besar pembangkit menggunakan bahan bakar non-BBM.
(qom/)











































