Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Sep 2019 13:36 WIB

Ada Pabrik Tekstil Gulung Tikar, Menperin: Impornya Tinggi Sekali

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Noval-detikcom) Foto: Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Noval-detikcom)
Jakarta - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) mencatat 9 pabrik tutup akibat kalah bersaing dengan produk impor dalam kurun waktu 2018-2019. Pabrik-pabrik tersebut lantaran kalah dari serbuan tekstil dan produk tekstil impor.

Merespons kondisi tersebut, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto buka suara. Airlangga mengakui impor di sektor tekstil memang tinggi.

"Impor dari pada tekstil itu tinggi sekali dan itu impornya di tengah, jadi antara hulu kemudian di tengah kemudian ke hilir. Tekstil tengah itu masuk ke kain, benang kemudian printing," kata Airlangga, di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Selasa (10/9/2019).


Sebagai solusinya, menurut Airlangga, pemerintah akan menyiapkan kebijakan safeguard (pengamanan perdagangan) melalui pembatasan produk impor.

"Safeguard akan kita dorong karena itu harmonisasi. Langkah pemerintah itu salah satunya harmonisasi tarif dari hulu ke hilir," kata Airlangga.

Langkah lainnya adalah menggenjot revitalisasi industri tekstil dengan cara meningkatkan teknologi.

"Kita juga coba revitalisasi, sebagian kalah karena teknologinya lama sekali tidak melakukan revitalisasi permesinan. Kalau yang revitalisasi permesinan dia cukup bagus," kata Airlangga.



Ada Pabrik Tekstil Gulung Tikar, Menperin: Impornya Tinggi Sekali


Simak Video "Pemerintah Siapkan Kawasan Industri Tekstil di Jawa Tengah"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com