Kiprah BJ Habibie, Si Jenius di Dunia Teknologi

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 11 Sep 2019 18:52 WIB
Foto: AFP
Jakarta - Duka tengah menyelimuti bangsa Indonesia. Presiden Ketiga Republik Indonesia B.J Habibie dikabarkan meninggal dunia.

Pria dengan nama panjang Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan presiden yang dilantik setelah Soeharto lengser. Sebelum menjadi Presiden dia sudah menjadi Wakil Presiden mendampingi Soeharto.

Habibie memiliki perbedaan tersendiri dari jajaran presiden RI. Dia adalah satu-satunya presiden dari etnis Gorontalo. Dia juga merupakan presiden dengan jabatan terpendel yakni hanya 1 tahun 5 bulan.

Salah satu kelebihan suami Hasri Ainun Besari adalah dia dari kalangan ahli teknologi. Dia merupakan lulusan Fakultas Teknik Universitas Indonesia Bandung yang sekarang menjadi Institut Teknologi Bandung. Dia juga melanjutkan sekolahnya di RWTH Aachen, Jerman Barat sebagai teknik penerbangan dengan spesialisasi konstruksi penerbangan.


Setelah lulus, dia bekerja di perusahaan penerbangan di Jerman yang bernama Messerschmitt-Bölkow-Blohm. Karirnya cukup gemilang di perusahaan itu.

Sampai akhirnya Soeharto memintanya pulang pada 1973. Sosoknya dianggap sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan ekonomi RI yang butuh orang ahli teknologi.

Dia kemudian diminta untuk menjadi CEO Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Setelah itu dia juga ditunjuk untuk menjadi sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi sejak tahun 1978 sampai Maret 1998.

Dia juga pernah menjadi Direktur Utama PT Pelayaran Armada Laut pada 1978. Karirnya juga sering bersinggungan dengan teknologi.

Terakhir dia juga menjabat sebagai Komisaris Utama di perusahaannya PT Regio Aviasi Industri. Perusahaan yang membuat pesawat R-80 itu kini diberikan kepada Ilham Habibie.



Simak Video "Stadion Gelora BJ Habibie Siap Jadi Kandang PSM Makassar"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)