Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 12 Sep 2019 11:38 WIB

Raja Ampat Jadi Destinasi Wisata, Tapi Tiket Pesawatnya Mahal

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: BP Jalan Nasional XVII Manokwari Foto: BP Jalan Nasional XVII Manokwari
Jakarta - Wakil Gubernur Papua Barat Lakotani mengeluhkan susahnya pengembangan pariwisata di wilayahnya. Salah satunya, dikarenakan oleh mahalnya harga tiket ke Papua Barat.

Di depan Kepala Badan Perencanaan Nasional (Bappenas)/Menteri PPN Bambang Brodjonegoro, dia mengatakan selama ini turis mesti ke Jakarta atau daerah lain dulu baru bisa ke Papua Barat. Hal itu membuat harga tiket jadi mahal.

"Penghambat pariwisata Papua Barat itu adalah harga tiket mahal, ini signifikan sekali untuk pariwisata, Jakarta-Raja Ampat lebih mahal daripada Jakarta ke Sidney, Tokyo, dan segala macam," kata Lakotani di Hotel Santika, Ambon, Kamis (12/9/2019).

Untuk itu dia meminta agar pemerintah mendorong maskapai membuka penerbangan internasional yang langsung terbang ke Papua. Kalau langsung terbang ke Papua Barat, harga tiket bisa lebih murah.


"Kita minta mungkin ada penerbangan dari Sydney misalnya langsung ke Raja Ampat, jadi turis tidak perlu lagi itu ke Jakarta dulu, Bali dulu. Nah kalau penerbangan internasional ini tiketnya mereka murah jadi mau ke sini (Papua Barat)," kata Lakotani.

Dia mencontohkan dahulu ada rute penerbangan Honolulu langsung ke Biak, rute itu membuat daerah Biak menjadi bergairah. Namun, tak lama setelah rutenya tidak lagi diterbangi, Biak jadi mati suri.

"Dulu di Papua ada Honolulu ke Biak itu sangat luar biasa, itu waktu terputus rutenya Biak jadi mati suri. Jadi kami minta jalur internasional penerbangan untuk masik ke Papua Barat," kata Lakotani.



Simak Video "Latar Belakang Pemuda Papua yang Sambangi KSP: Mahasiswa hingga Pilot"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com