Pemerintah-DPR Sepakat Defisit RAPBN 2006 0,7% PDB
Kamis, 27 Okt 2005 17:19 WIB
Jakarta - Panitia Kerja (Panja) A DPR menyepakati defisit anggaran tahun 2006 sebesar Rp 22,430 triliun atau 0,7 persen dari PDB. Sementara PDB ditetapkan Rp 3.040,771 triliun.Kesimpulan itu diambil dalam rapat Panja A di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/10/2005). Dari pihak pemerintah diwakili oleh Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono, Menkeu Jusuf Anwar, dan Menneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati.Hasil Panja A ini selanjutnya akan dibawa ke rapat paripurna DPR RI pada Jumat (28/10/2005) untuk mendapat pengesahan.Pembiayaan defisit antara lain dari pembiayaan dalam negeri sebesar Rp 50,913 triliun yang terdiri dari perbankan dalam negeri Rp 23,26 triliun, perbankan luar negeri Rp 27,886 triliun.Sumber lainnya adalah pembiayaan dalam negeri nonperbankan, yakni dari privatisasi Rp 1 triliun, PPA Rp 2,350 triliun, penerbitan surat utang negara Rp 24,886 triliun, dan penyertaan modal negara Rp 350 miliar.Namun pembiayaan luar negeri netto minus Rp 28,482 triliun, yakni dari penarikan pinjaman Rp 35,112 triliun dan pembayaran cicilan pokok Rp 63,594 triliun.Untuk subsidi BBM, Panja A menyepakati Rp 54,276 triliun. "Angka ini dihitung berdasarkan harga jual BBM. Maka diasumsikan tidak ada kenaikan harga BBM pada tahun 2006," kata Wakil Ketua Panja A Syarief Hasan.Pendapatan negara Rp 625,237 triliun berasal dari perpajakan Rp 416,3 triliun dengan tax ratio 13,7 persen.Untuk pembiayaan stimulus fiskal pada tahun 2006 sebesar Rp 5 triliun berasal dari realokasi cadangan umum sebesar Rp 2 triliun dan sisa anggaran lebih (SAL) Rp 2 triliun dan pinjaman proyek Rp 1 triliun.
(qom/)











































