Jelang Lebaran, Harga Sembako di Yogya Stabil

Jelang Lebaran, Harga Sembako di Yogya Stabil

- detikFinance
Kamis, 27 Okt 2005 19:09 WIB
Yogyakarta - Menjelang lebaran, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Yogyakarta cenderung stabil. Kenaikan harga justru terjadi pada berbagai jenis lombok dan emping melinjo.Dalam pemantauan detikcom, Kamis (27/10/2005) menunjukkan adanya selisih harga antara Pasar Beringharjo dengan sejumlah pasar di pinggiran Kota Yogyakarta. Selisih harga antara pasar tradisional besar dan kecil tidak terlalu jauh hanya sekitar Rp 50 hingga Rp 200.Di Pasar Beringharjo dengan Pasar Kranggan harga beras jenis IR selisih Rp 50. Di Beringharjo dijual dengan harga Rp 3.900/kg sama dengan harga pada minggupertama bulan puasa. Sedang di Pasar Kranggan beras sejenis dijual dengan harga Rp 3.950/kg. Namun di Pasar Legi Patangpuluhan dan Pasar Demangan Jl Gejayan, harga beras sejenis sama dengan harga di Pasar Beringharjo.Sedangkan gula pasir impor dijual dengan harga Rp 6.100/kg dan gula pasir lokal dijual denga harga Rp 6.000/kg. Sementara minyak goreng curah (tanpa merek) dijual dengan harga Rp 5.200/kg.Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Pemerintah Kota Yogyakarta Haryo Djarot Santosa kepada wartawan di kantornya Pasar Beringharjo mengatakan kenaikan harga cabe disebabkan oleh tersendatnya pasokan dari produsen. Cabe yang akan dijual ke Yogyakarta sudah laku di daerah asal sehingga tidak sempat dibawa masuk ke Pasar Beringharjo. "Itu salah satu penyebabnya, selain mahalnya ongkos angkutan barang saat ini," katanya.Menurut Djarot, harga cabe merah besar naik sekitar 9,09 persen dari Rp 20.000/kg pada hari Rabu (26/10/2005) menjadi Rp 22.000/kg pada hariini. Sedangkan cabe merah keriting dari Rp 20.000/kg menjadi Rp 23.000/kg atau naik 13,04 persen. Djarot mengatakan untuk sembako lainnya seperti beras, minyak goreng, daging ayam, dan daging sapi cenderung relatif stabil sejak awal bulan puasa ini. Harga beras jenis IR dijual dengan harga Rp 3.900/kg. Sedangkan minyak goreng curah dijual dengan harga Rp 5.100 - Rp 5.300/liter. "Kalau saat ini emping melinjo harga mulai naik hingga d iatas Rp 20.000/kilo tergantung kualitas karena faktor mendekati lebaran dan permintaan juga ikutnaik," katanya. Ketika ditanya masalah isu daging oplosan dan daging glonggongan, Djarot mengatakan, Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta menghadapi Lebaran 2005 ini melakukan pengawasan ketat terhadap peredaran daging agar daging sapi tidak dicampur dengan daging babi hutan (celeng). Daging sapi glonggongan saat ini juga tidak banyak ditemui di pasaran. "Kita melakukan pengawasan agar jangan sampai terjadi pencampuran itu dan jangan sampai ada penjual yang nakal," katanya.Ia mengatakan Dinas Pengelolaan Pasar juga memasang plakat secara jelas pada los daging ayam, sapi, kambing dan babi agar pembeli tidak terkecoh. "Kita ingin lebih menyolok lagi agar masyarakat bisa dengan jelas melihat mana dagangan daging ayam, sapi atau babi," tegas Djarot.Harga daging sapi saat ini masih berkisar Rp 40.000/kg. Namun sejumlah pedagang menyebutkan, akan terjadi kenaikan harga daging sapi pada 30 Oktober mendatang dari Rp 40.000/kg menjadi Rp 44.000/kg dan pada tanggal 2 November akan naik lagi menjadi Rp 46.000/kg. "Itu kesepakatan para juragan, kami tinggal melaksanakan," kata Ny Sarjinah pedagang daging sapi di los Pasar Beringharjo. (asy/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads