Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 13 Sep 2019 14:20 WIB

Rupiah Menguat Tajam, Darmin Minta Eksportir Tak Khawatir

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Dok. Kemenko Perekonomian Foto: Dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta kepada para eksportir untuk tidak mengkhawatirkan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Darmin, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih dalam level yang kompetitif.

"Ya arahnya memang begitu. Jangan begitu, belum apa-apa sudah khawatir," kata Darmin di kantornya, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Berdasarkan data perdagangan Reuters yang dikutip hari ini, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah pagi ini melemah ke level Rp 13.914. Angka ini lebih rendah dibanding posisi rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (12/9) kemarin yang ada di level Rp 13.985. Hingga pukul 09.25 WIB, dolar AS tercatat bergerak di level Rp 13.913-13.985.


Kekhawatiran para eksportir terhadap penguatan rupiah dikarenakan akan mengganggu nilai jual produk yang diekspornya. Di mama, jika rupiah menguat maka nilai ekspor dalam mata uang dolar AS menjadi lebih murah.

Mantan Dirjen Pajak ini mengungkapkan, para eksportir boleh khawatir jika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS jika sudah di level Rp 13.300-Rp 13.400 per US$.

"Kan kita itu kan setahun, awal 2018 kurs kita itu Rp 13.400 apa Rp 13.500, masa sekarang Rp 14.000 atau dekat-dekat Rp 13.900 sudah khawatir, ngerti nggak? Kalau sudah Rp 13.400 atau Rp 13,300 boleh khawatir," ungkapnya.


Rupiah Menguat Tajam, Darmin Minta Eksportir Tak Khawatir
(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com