BBM Naik, Semen Gresik Akan Naikkan Harga Hingga 9%
Kamis, 27 Okt 2005 23:18 WIB
Jakarta - Perusahaan semen terbesar di Indonesia PT Semen Gresik Tbk (SMGR) berencana menaikkan lagi harga jual semen hingga 9 persen sampai akhir tahun 2005.Harga jual Semen Gresik dalam satu tahun ini telah naik sebesar 5-6 persen. Namun, akibat kenaikan BBM, Semen Gresik kembali menaikkan harga, sehingga total kenaikan tahun ini mencapai 9 persen. Demikian diungkapkan oleh Presdir Semen Gresik, Dwi Soetjipto dalam jumpa pers di salah satu rumah makan di bilangan BEJ, Jakarta Pusat, Kamis (27/10/2005).Menurut Dwi, kenaikan biaya produksi hingga 12 persen akibat kenaikan harga BBM saat ini, dapat ditekan dengan melakukan sinergi distribusi terutama untuk Semen Gresik dan Semen Tonasa. Untuk target produksi tahun depan,Dwi memperkirakan akan ada kenaikan hingga 6 persen dari tahun ini. Hal ini karena pabrik-pabrik telah beroperasi lebih baik dengan seragamnya sistem operasi di Semen Grup. Diperkirakan permintaan semen dalam negeri akan mencapai 8,5 pesen pada tahun depan. "Ini turun dari permintaan dari tahun per tahun sebesar 9 hingga 10 persen karena kenaikan harga BBM," ujar Dwi.Dwi menegaskan, tahun ini target produksi sebesar 16 juta ton dengan target penjualan 15,5 juta ton. Sementara tahun depan, target produksi sebesar 17,4 juta ton dengan target penjualan dalam negeri sebesar 16 juta ton.Mengenai rencana pembangunan pabrik, masih akan dilakukan studi hingga akhir tahun di Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa barat dengan kapasitas 2,5 juta ton per tahun.Semen Gresik Grup mencatat keuntungan laba besih dari target yang ditetapkan. Pencatatan laba bersih dari Januari hingga 20 September 2005 sebesar Rp 706,372 miliar. Hal ini melebihi target dimana Semen Gresik hanya menargetkan Rp 650 miliar. "Laba ini merupakan hasil sinergi sistem distribusi antar Semen Gresik yang dilakukan sejak pertengahan tahun lalu," kata Dwi.
(atq/)










































