Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 14 Sep 2019 18:20 WIB

Pengamat: Transportasi Sudah Membaik, Bandara Keren-keren

Uji Sukma Medianti - detikFinance
Foto: Nurcholis Maarif (detik.com) Foto: Nurcholis Maarif (detik.com)
Jakarta - Kehadiran teknologi membawa perubahan besar bagi masyarakat, tak terkecuali dalam sektor transportasi. Namun, menurut Rhenald Kasali, penulis buku #MO, banyak orang yang gagal paham menghadapi arus perubahan ini.

"Banyak fenomena gagal paham melihat Indonesia karena pakai kacamata lama. Misalnya pandangan kereta api yang kumuh. Pas mudik Lebaran, mereka kaget melihat perkembangan kereta api," ucap Rhenald, Sabtu (14/9/2019).

Rhenald menjadi salah satu pemateri dalam seminar di Konferensi Hari Perhubungan Nasional yang digelar Kemenhub di JCC Senayan. Pada acara tersebut turut hadir Menhub Budi Karya dan taruna-taruna di bawah Kemenhub.



Menurut Rhenald, banyak perkembangan di transportasi Indonesia tapi banyak yang gagal paham menghadapinya.

"Saat penerapan sistem non tunai di tol, banyak yang bilang mesin jadi menggantikan pekerjaan manusia. Padahal mereka dipindah ke bagian lain," ujar Rhenald.

"Bayangkan penjaga tol itu seharian menghirup polusi kendaraan, kerja di tempat yang tak ada toiletnya, belum lagi jika ada kecelakaan kerja," imbuhnya.

Rhenald mengatakan adanya era disrupsi juga membuat perubahan pandangan masyarakat dalam menggunakan transportasi. Misalnya orang yang begelayutan saat naik MRT dan orang yang ke bandara hanya untuk berfoto.

"Transportasi kita sudah membaik. Kini bandara keren-keren, orang senang berfoto," ujarnya.

Untuk itu, Rhenald menekankan agar tidak kaget dengan beberapa perubahan di sektor transportasi menggunakan teknologi di masa yang akan datang. Ia mencontohkan bus di Jepang yang sudah memakai self driving atau tanpa supir.


"Di Indonesia, presiden lagi mempercepat adanya mobil listrik. Itu SPBU sebentar lagi akan digantikan juga dengan pengisian listrik. Kita harus siap untuk itu," ucapnya.

Selain itu, Rhenald juga mengatakan bahwa munculnya enam pilar teknologi juga menciptakan shifting dalam masyarakat atau ia menyebutnya era mobilisasi dan orkestrasi. Keenam pilar tersebut superapps, broadband network, big data, cloud computing, AI, dan Internet of Things.

"Sekarang zamannya mobilisasi, contohnya gerakan tagar di media sosial. Tinggal bagaimana kita menggunakannya. Misalnya buat edukasi transportasi massal biar tak ada lagi penumpang yang bergelayutan di MRT," tutupnya.

Simak Video " Jalur Darat Diprediksi Jadi Primadona Musim Mudik 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(ujm/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com