Curhat Pedagang Dikepung Pekatnya Kabut Asap

Vadhia Lidyana - detikFinance
Minggu, 15 Sep 2019 08:46 WIB
4.

3. Bisnis Masker Laris Manis di Tengah Kepungan Asap

Curhat Pedagang Dikepung Pekatnya Kabut Asap
Foto: Kondisi kabut asap di Duri, Riau, pada Selasa (10/9/2019) pagi (Foto: Ricki Santoso/pembaca detikcom)

Bisnis masker laris manis semenjak kabut asap mengepung Riau imbas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Masker jadi kebutuhan masyarakat agar tidak langsung menghirup udara dengan kualitas yang buruk.

Mulai dari warga, sampai perusahaan atau komunitas masyarakat di Riau memborong masker dalam jumlah banyak. Biasanya, komunitas masyarakat memborong masker untuk dibagikan secara gratis, terutama kepada warga yang menggunakan sepeda motor.

"Banyak yang beli masker sejak kabut asap ini. Kalau warga biasanya beli jumlahnya sedikit. Tapi sekarang banyak komunitas warga yang belinya dalam jumlah banyak, katanya untuk disumbangkan ke warga yang terpapar asap," kata Hasan (45) pemilik toko obat di Jl Subrantas Pekanbaru kepada detikcom, Sabtu (14/9/2019).

Akan tetapi, Fuad (38) yang juga berjualan masker di Jalan Subrantas menuturkan, awal berjualan masker sebulan yang lalu pembelinya lumayan banyak. Namun sepekan terakhir ini, pesaing tambah banyak karena asap semakin pekat.

"Waktu asap mulai banyak, jualan saya banyak yang beli. Tapi seminggu ini, yang beli berkurang. Ini karena banyak pedagang dadak lainnya berjualan yang sama. Walau pun begitu, pembeli tetap ada saja. Apa lagi kalau asap lagi pekat," tutur Fuad.

Berbeda lagi dengan pengakuan Bahtiar (50) yang berjualan masker di Jl Sudirman, Pekanbaru. Padahal, sebelumnya ia sehari-hari biasa berjualan es tebu di pinggir jalan.

"Sambil jualan es tebu, saya juga sekarang jualan masker. Jualan masker ini musiman saja kalau lagi ramai asap. Lumayan juga, banyak yang beli, harganya murah kok Rp 5.000 satu," ujar Bahtiar.

(dna/dna)