Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 15 Sep 2019 22:56 WIB

Susi Didesak Batasi Impor Ikan Koi Reject

Mochamad Solehudin - detikFinance
Foto: Ikan Koi hasil Peternak RI (Mochamad Solehudin/detikcom) Foto: Ikan Koi hasil Peternak RI (Mochamad Solehudin/detikcom)
Bandung - Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembang biakan ikan koi. Bahkan ikan koi hasil produksi para petani mulai dari ukuran 0-30 centimeter merupakan yang terbaik di dunia.

Presiden komunitas pecinta ikan koi tingkat internasional yakni Zen Nippon Airinkai (ZNA) Chapter Bandung Hartono Soekwanto menyatakan, saat ini di Indonesia sudah banyak tumbuh petani yang membudidayakan ikan koi. Beberapa daerah seperti Blitar, Tulungagung, Sukabumi bahkan telah menjadi basis petani ikan koi di Indonesia.

Kualitas ikan koi hasil dari para petani beberapa daerah itu, menurutnya sangat baik. Terutama pada ikan koi berukuran 0-30 centimeter. Pada ukuran tersebut, kata dia, ikan koi asal Jepang sudah mampu dikalahkan.

"Delapan tahun lalu, ikan ukuran 0-30 centimeter yang selalu menang (kalau kontes) itu dari Jepang. Tiga tahun terakhir ini ukuran 0-30 centimeter Jepang tidak ada yang menang. Semua dari petani lokal, seperti Tulungagung, Blitar dan Sukabumi," ucap Hartono saat ditemui di Gran Ball Room Sudirman, Kota Bandung, Minggu (15/9/2019).


Namun, lanjut dia, ada satu kehwatiran yang saat ini hinggap dari para pecinta koi tanah air. Salah satunya banyaknya ikan koi impor asal Jepang yang masuk ke Indonesia namun dengan kualitas jelek.

Kondisi itu, tentu mengancam kualitas ikan koi hasil produksi para petani lokal. Pihaknya meminta Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bisa lebih memperhatikan hal ini.

"Saya ingin sampaikan ke Ibu Menteri Susi, sekarang ini marak sekali ikan dari Jepang yang reject. Masuk ke Indonesia dengan sertifikat Jepang tapi kualitas jelek sekali. Ini mengganggu petani ikan koi Indonesia," katanya.

Karena menurutnya, saat ini Indonesia butuh ikan koi dengan kualitas baik. "Indonesia butuh ikan-ikan bagus untuk meningkatkan kualitas kita. Karena potensi ikan koi Indonesia ini luar biasa," ujarnya.


Salah satu upaya untuk mengenalkan dan merangsang petani ikan koi bisa berkembang, pihaknya menggelar kontes ikan koi. Dalam rangka 20 tahun ZNA Chapter Bandung menggelar kontes ikan koi yang berhasil memecahkan rekor MURI dan dengan jumlah ikan terbanyak mencapai 4.467 ekor.

Banyaknya ikan yang ikut dalam kontes tersebut menjadi bukti Indonesia memiliki potensi yang baik dalam pengembangan ikan koi. Sejumlah juri kelas dunia dari berbagai negara terlibat dalam acara tersebut.

"Kami klub penghobi, memberikan bibit-bibit ke mereka (petani). Juri-juri terbaik juga hadir di sini. 4.467 ikan ini sangat luar biasa. Kami bangga dan terima kasih. Tanpa ada dukungan kita tidak bisa apa-apa. Sebagai klub kita menyatukan kepentingan untuk berbagi rasa, tujuan kita meningkatkan standra hidup petani koi (di Indonesia)," ujarnya.

Simak Video "Ikan Koi Mati Gegara Listrik Padam, PLN Digugat Rp 9,2 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com