Pebisnis Semakin Pesimistis

Pebisnis Semakin Pesimistis

- detikFinance
Jumat, 28 Okt 2005 10:42 WIB
Jakarta - Naiknya harga BBM yang meningkatkan biaya perusahaan, kenaikan suku bunga dan melemahnya rupiah, membuat prospek bisnis Indonesia kian suram. Para pebisnis pun semakin pesimistis.Pesimisnya para pebisnis terlihat dari Indeks Sentimen Bisnis (ISB) dalam survei yang dilakukan Danareksa Research Institute (DRI) selama Agustus-September 2005 yang melemah 0,6 persen menjadi 115. Menurut siaran pers dari DRI yang diterima detikcom, Jumat (28/10/2005), posisi ISB tersebut merupakan yang terendah sejak September 2004.Dua komponan ISB yakni Indeks Situasi Sekarang (ISS) dan Indeks Ekspektasi (IE) masing-masing melemah sebesar 0,6 persen menjadi 108,3 untuk ISS dan 121,8 untuk IE.Pelemahan sentimen bisnis ini merupakan yang ketiga kalinya secara berturut-turut setelah mencapai posisi tertinggi pada Maret yakni sebesar 117.Dijelaskan oleh DRI, pesimisme para pebisnis tersebut berkaitan dengan kenaikan harga BBM untuk industri yang meningkatkan beban peningkatan biaya perusahaan. Selain itu, naiknya suku bunga menyebabkan peningkatan beban pembayaran utang. Sementara melemahnya nilai tukar rupiah mendorong munculnya rugi kurs.Namun pelemahan sentimen bisnis tersebut tidak terjadi secara merata. Beberapa sektor industri tetap mengalami penguatan sentimen. Dari delapan sektor yang disurvei DRI, sektor manufaktur mengalami pelemahan paling besar.Dalam survei itu juga diketahui bahwa dalam enam bulan mendatang, para CEO mengakui pertumbuhan penjualan dan laba diperkirakan akan mengalami pelemahan tipis sejalan dengan kurang kondusifnya iklim bisnis.Namun para CEO itu tetap yakin bahwa perusahaan mereka dapat mengatasi kesulitan ekonomi yang terjadi.Kendati terjadi peningkatan tekanan biaya, para CEO itu tetap berencana menambah jumlah pegawai. Hal ini terlihat dari indeks yang mengukur rencana pebisnis untuk merekrut pegawai baru yang naik tipis sebesar 0,3 persen menjadi 110. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads