Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 17 Sep 2019 10:43 WIB

Kisah Sukses dari Pulau Rote: Tukang Cat Motor Jadi Bos Properti

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Moch Prima Fauzi/detikcom Foto: Moch Prima Fauzi/detikcom
Rote Ndao - Kerja tuntas dan kerja ngotot, adalah modal bagi Simson Polin mencapai sukses. Pria berusia 36 tahun ini berjuang dari bawah hingga kini berada di puncak kejayaannya. Awalnya ia hanya bekerja sebagai tukang cat motor. Kini Simson telah memiliki berbagai bisnis, termasuk di bidang properti di Kabupaten Rote Ndao, wilayah paling selatan di RI.

Simson Polin yang akrab disebut Sipo ini, menjalani usaha sebagai tukang cat motor pada 2004. Ia berhenti kuliah dan membuka usaha tersebut tanpa modal. Pasalnya ia hanya menjual jasa kepada pelanggannya.

"Tapi ada juga orang yang beli sparepart. Dari situ saya pikir selisih harga (spare part) dari Kupang ke Rote lumayan juga, sehingga selisih yang besar buat jasa dan juga suku cadang," katanya ditemui belum lama ini.


Berawal dari jasa cat motor itu lah, dia sampai memiliki toko spare part untuk motor. Mulanya ia membuka bengkel di kamar sendiri, namun lama kelamaan usahanya berkembang.

"Awalnya 1 toko, 2 toko, sekarang sudah ada 5 toko bahkan di kupang ada 1 toko baru," imbuhnya.

Tak hanya di bidang otomotif, usahanya juga merambah ke toko bangunan, toko meubel, hingga elektronik. Kemudian pada 2016, Sipo terjun ke bisnis properti di Rote Ndao. Ia menangkap peluang kalau kebutuhan rumah di tanah kelahirannya itu cukup tinggi.

Lokasi pertamanya berada di Ba'a. Ia membangun perumahan seluas 3 hektare dengan jumlah 130 unit. Sampai saat ini ia sudah menjual lebih dari 110 unit. Kemudian ia pun kembali membangun perumahan kedua seluas 2,2 hektare sebanyak 100 unit. Bahkan, usahanya tersebut sudah tersebar di Kupang. Lokasinya yakni di Fatukua, Belo, dan Saburai.

"Properti ini kita menjual untuk masyarakat penghasilan rendah. Itu gajinya tidak lebih dari Rp 4 juta. Dan untuk masyarakat yang belum memiliki rumah," ungkapnya.

Kini Sipo sudah bisa mencicipi hasil jerih payahnya. Penghasilan bersih yang awalnya Rp 150 ribu per bulan dari jasa cat motor, kini sudah meningkat jadi Rp 50 juta per bulan dari semua usaha yang dia miliki. Bisnis yang ia geluti selama ini terbantu dengan adanya modal pinjaman dari Bank BRI.

"Sekitar 2006 saya berkeluarga, kita dikenalkan ke BRI untuk pinjaman modal kerja, karena saat itu tidak ada modal sama sekali. Awalnya Rp 25 juta, naik Rp 50 juta, naik Rp 75 juta, naik Rp 100 juta," ujar Sipo.


Sipo mengatakan dirinya merasa terbantu dengan adanya kredit dari Bank BRI. Bahkan ia juga membuka usaha sebagai agen BRILink. Hal ini untuk membantu masyarakat yang ingin menjangkau transaksi perbankan di daerahnya.

"Itu membantu untuk investasi membangun ruko sampai saat ini kami bisa terus tumbuh. Dan hari ini kita sudah diberikan kemudahan menjadi agen BRILink untuk membantu saudara kita yang tidak bisa mengakses bank untuk tarik tunai dan transfer," pungkasnya.

detikcom bersama Bank BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur, ekonomi, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!

Simak Video "Sopi, Minuman Keras dengan Kearifan Lokal Rote"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com