Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 17 Sep 2019 12:41 WIB

Tak Mau Seperti Arab, ESDM Minta Pemilik Kilang Pasang Anti Drone

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: US Air Force/Let. Col. Leslie Pratt via CNN Foto: US Air Force/Let. Col. Leslie Pratt via CNN
Jakarta - Ladang minyak Saudi Aramco di Arab Saudi diserang pemberontak Houthi Yaman Sabtu lalu. Para pemberontak menyerang ladang minyak ini menggunakan pasawat tanpa awak atau drone.

Mengantisipasi hal serupa, Plt Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengimbau agar pemilik kilang memasang peralatan anti drone.

"Kita imbau nanti yang punya kilang minyak, produksi minyak untuk pasang kalau bisa anti drone. Ada kan anti drone," kata dia Kementerian ESDM Jakarta, Selasa (17/9/2019).


Dia menuturkan, dengan anti drone maka pesawat tanpa awak yang melintas akan otomatis mati. Dengan begitu, kilang minyak akan aman.

"Jadi begitu drone masuk dia mati. Sip, keren kan. Asik," tambahnya.

Harga minyak dunia sendiri terkerek imbas serangan tersebut. Djoko menyebut, Brent saat ini berada di level US$ 67 per barel. Mengikuti harga minyak dunia, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) akan berada di US$ 62 per barel karena lebih rendah US$ 5.


Menurutnya, ICP sekitar US$ 62 per barel masih dalam perhitungan pemerintah lantaran ICP untuk 2020 yang telah disepakati dengan DPR US$ 63.

Dia juga bilang, saat ini belum ada badan usaha yang mengusulkan kenaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM).

"Belum, belum, masih aman mudah-mudahan kembali normal. Kita kan kemarin diketok US$ 63 sekitar itu lah," tutupnya.

Simak Video "AS Tuding Iran atas Serangan Kilang Minyak Arab Saudi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com