Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 19 Sep 2019 15:46 WIB

Diwarnai Isu Resesi, Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 5,4% dalam 5 Tahun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas telah membuat sejumlah skenario ekonomi nasional 5 tahun (2020-2024). Skenario itu akan disampaikan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, ada tiga skenario pertumbuhan ekonomi 5 tahun ke depan. Pertama, skenario base line atau mengikuti kondisi yang ada sekarang maka rata-rata pertumbuhan ekonomi 5 tahun mendatang 5,4%. Kedua, skenario moderat rata-rata pertumbuhan ekonomi dalam 5 tahun 5,7%. Ketiga, skenario optimis rata-rata pertumbuhan ekonomi 5 tahun ke depan 6%.

Bambang mengatakan, menimbang potensi resesi dan ketidakpastian global, Bappenas merekomendasikan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 5 tahun tumbuh sebesar 5,4%.

"Tentunya sekarang kita harus memperhitungkan potensi resesi global yang mungkin terjadi tahun depan 2020. Dengan potensi resesi global tahun depan, kebetulan masih skenario, tentunya kami sampaikan kepada Bapak Presiden mana yang kira-kira beliau yakini itu paling baik. Dari kami rekomendasinya paling bawah, terpaksa kita berbuat yang lebih pesimis karena dunia makin tidak bisa tertebak," paparnya dalam acara Penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 di Jakarta, Kamis (19/9/2019).


Dia menuturkan, dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi 5,4%, tingkat kemiskinan akan ditekan di bawah 7%. Posisi terakhir, tingkat kemiskinan Indonesia 9,4%.

"Dengan pertumbuhan ekonomi tersebut kami harapkan di tahun 2024 tingkat kemiskan bisa turun di bawah 7%, saat ini 9,4% itu setara 25 juta orang, masih cukup besar," ujarnya.


Selanjutnya, tingkat pengangguran akan dipangkas dari 5% menjadi 4%. Lalu, rasio ketimpangan atau gini ratio menjadi 0,37 dari posisi saat ini 0,382.

"Rasio ketimpangan atau gini rasio yang terakhir 0,382 bulan Maret kemarin, kita harapkan bisa turun 0,37 di 2024," ungkapnya.

Simak Video "Digagas Era Sukarno, Kenapa Pemindahan Ibu Kota di Eksekusi Jokowi?"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com