Padahal, ada pundi-pundi rupiah yang terbilang cukup besar di profesi itu. Sekali merias, bisa dapat belasan jutaan rupiah!
Gloria Elsa Hutasoit adalah salah satu yang menekuni profesi merias jenazah. Meski dia melakukannya secara sukarela alias gratis, Elsa tahu betul merias jenazah bisa diganjar bayaran yang tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Profesi Unik: Rias Jenazah Dapat Rupiah |
Nah, bagi yang bekerja sama dengan rumah duka ataupun rumah sakit paling murah dibayar Rp 500 ribu per kepala. Jika rumah duka ataupun rumah sakitnya semakin bonafit bayarannya akan semakin mahal, bahkan bisa belasan juta per kepala.
"Itu kalau pakai yang makeup branded bisa sampai Rp 5 juta. Tapi ada juga yang sampai belasan juta itu pakai brand yang high end," ujarnya.
Bisa setiap hari rias jenazah
Foto: Merias Jenazah/Danang Sugianto-detikcom
|
Menurut Elsa jika profesional perias jenazah secara independen memang kendalanya tidak setiap hari ada job. Tapi jika bekerja sama dengan rumah duka dan rumah sakit bisa hampir setiap hari.
Namun untuk menjalaninya terbilang tidak mudah. Teknik makeup jenazah dengan manusia hidup juga berbeda dan jauh lebih sulit. "Ya simpelnya, kalau manusia hidup bisa kita arahin, tapi kalau jenazah kan tidak," terang Elsa.
Selain itu, si perias jenazah juga harus tahu penyebab kematian si jenazah. Sebab hal itu menentukan kondisi dan warna kulit wajah. Setelah itu baru ditentukan menggunakan jenis makeupnya. Banyak juga teknik untuk membuat wajah jenazah terlihat seperti masih hidup dan tersenyum cantik.
Tak hanya itu, tantangan yang paling berat adalah perias jenazah harus siap kapanpun jika ada panggilan bertugas. Sebab makeup jenazah akan bisa dilakukan dengan baik maksimal 2 jam setelah kematian.
"Kalau sudah lebih dari 2 jam, pori-pori sudah tertutup. Percuma dimakeup pasti gampang pudar," terangnya.
Halaman 2 dari 2