Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 23 Sep 2019 12:40 WIB

Maskapai Inggris Thomas Cook Bangkrut

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Foto: (Facebook) Foto: (Facebook)
Jakarta - Perusahaan wisata Inggris Thomas Cook gulung tikar pada Minggu malam waktu setempat. Mengutip dari CNN, Senin (23/9/2019), pihak perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dewan direksi tidak punya pilihan lain, selain mengambil langkah likuidasi.

Likuidasi merupakan proses pembubaran perusahaan sebagai badan hukum yang meliputi pembayaran kewajiban kepada para kreditur dan pembagian aset yang tersisa kepada para pemegang saham.

Thomas Cook telah mengkonfirmasi bahwa semua perusahaan dalam grupnya telah berhenti beroperasi termasuk di dalamnya maskapai Thomas Cook. Perusahaan wisata tertua di dunia yang berusia 178 tahun membuat ratusan ribu pelancong terkapar.


Otoritas Penerbangan Sipil Inggris mencuit pada Minggu bahwa semua pemesanan perjalanan Thomas Cook telah dibatalkan. Langkah ini memicu pemulangan warga negara Inggris terbesar yang pernah ada, melampaui operasi yang dilakukan pemerintah setelah keruntuhan Monarch Airlines di 2017.

Dalam sebuah pernyataan, pihak berwenang mengatakan ada lebih dari 150.000 penumpang Thomas Cook di luar negeri, hampir dua kali lipat jumlah yang dipulangkan setelah kegagalan maskapai Monarch. Pemerintah telah meminta untuk meluncurkan program repatriasi, yang akan mengembalikan penumpang Thomas Cook ke Inggris, dari 23 September -6 Oktober.

Layanan khusus disediakan oleh Otoritas Penerbangan Sipil untuk membantu penumpang yang terkapar di luar negeri. Pihak otoritas meluncurkan laman resmi di mana penumpang dapat menemukan detail tentang penerbangan pengganti

"Karena jumlah penumpang Inggris yang saat ini di luar negeri dan terkena dampak situasi ini, Otoritas Penerbangan Sipil telah mengamankan armada pesawat dari seluruh dunia untuk membawa penumpang kembali ke Inggris dengan penerbangan kembali," jelas pihak berwenang dalam sebuah pernyataan dikutip dari CNN, Senin (23/9/2019).


Melalui laman resmi, Thomas Cook juga sudah menyediakan informasi khusus terkait proses pemulangan kembali, pembatalan pemesanan, dan berbagai macam informasi lainnya terkait penutupan bisnis perusahaan.

"Jika Anda saat ini berada di luar negeri dan penerbangan Anda menggunakan Thomas Cook, kami menyediakan penerbangan baru untuk mengembalikan Anda ke Inggris. Penerbangan ini hanya akan beroperasi selama dua minggu ke depan (hingga 6 Oktober 2019). Setelah 6 Oktober, penumpang harus membuat pengaturan perjalanan sendiri," tulis laman resmi Thomas Cook.

Simak Video "Unggah Foto di Kabin Pesawat, Kaesang Sindir Garuda Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com