ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 24 Sep 2019 12:10 WIB

Seputar Thomas Cook, Maskapai Inggris yang Alami Bangkrutan

Lusiana Mustinda - detikFinance
Thomas Cook Bangkrut. Foto: (Facebook) Thomas Cook Bangkrut. Foto: (Facebook)
Jakarta - Thomas Cook, perusahaan travel asal Inggris tengah mengalami gulung tikar. Hal ini menyebabkan ratusan ribu turis yang sedang berlibur terlantar. Mengapa Thomas Cook bangkrut?

Awalnya, Thomas Cook memberi layanan perjalanan kereta api dari Leicester, Inggris Tengah ke Loughborough dengan menggunakan sebuah kereta khusus yang mampu membawa 500 penumpang dalam jarak 19 kilometer. Bisnisnya semakin pesat sampai akhirnya ia membuat sebuah perusahaan agen perjalanan yang sukses.
Dan pada Senin (23/09/19), perusahaan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dewan direksi tidak memiliki pilihan lain selain likuidasi. Berikut ini beberapa seputar Thomas Cook yang kini sudah berhenti beroperasi yang dirangkum detikFinance:

1. Perusahaan Tertua di Inggris

Thomas Cook menjadi salah satu perusahaan tertua di Inggris. Biro perjalanan tertua di dunia ini sudah berdiri sejak tahun 1841.

2. Agenda Bersejarah

Di tahun 1855, menjadi perjalanan luar negeri pertama Thomas Cook yang membawa dua pihak dari Harwich ke Antwrep kemudian ke Brussels, Cologne, Heidelberg hingga Paris untuk melihat pameran internasional. Di tahun ini pula Thomas Cook membuat paket liburan lengkap dari perjalanan, akomodasi sampai makanan.

Di abad ke-18 Thomas Cook Travel secara resmi ditunjuk sebagai Agen Penumpang Resmi untuk Pertandingan Olimpiade modern pertama di Athena. Perusahaan ini tercatat mengelola hotel, restor dan masakapai penerbangan untuk 19 juta turis per tahun di 16 negara.

3. Alami Kebangkrutan

Dilansir dalam Reuters (23/09/19), Thomas Cook bangkrut dikarenakan terjerat oleh hutang yang tinggi, saingan dari sisi online dan ketidakpastian geopolitik. Perusahaan ini membutuhkan 200 juta pound lagi di atas paket bantuan 900 jua pound yang telah disepakati.

Bos Thomas Cook bertemu dengan pemberi pinjaman dan kreditor di London dan mencoba berunding tentang kesepakatan terakhir untuk menjaga perusahaan tetap bertahan. Sayangnya, tidak ada kata sepakat.

4. Permintaan Maaf

"Saya ingin meminta maaf kepada jutaan pelanggan, dan ribuan karyawan, pemasok, dan mitra yang telah mendukung kami selama bertahun-tahun," kata CEO Thomas Cook, Peter Fankhauser dalam Reuters beberapa waktu lalu.

Ia juga mengatakan, "Ini menandai hari yang sangat menyedihkan bagi perusahaan pelopor paket liburan, dan memungkinkan perjalanan bagi jutaan orang di seluruh dunia."

5. Wisatawan Dipulangkan

Perusahaan yang berusia 178 tahun ini membuat ratusan ribu pelancong terlantar. Otoritas Penerbangan Sipil Inggris mengatakan semua pemesanan perjalanan Thomas Cook telah dibatalkan. Hal ini memicu pemulangan warga negara Inggris terbesar yang pernah ada.

Ada lebih dari 150.000 penumpang Thomas Cook di luar negeri. Jumlah ini lebih besar dua kali lipat dari kasus operasi pemulangan warna yang dilakukan pemerintah setelah keruntuhan Monarch Airlines di tahun 2017.

Pemerintah meminta untuk meluncurkan program repatriasi yang akan mengembalikan penumpang Thomas Cook ke Inggris dari 23 September hingga 6 Oktober. Pihak Otoritas Penerbangan Sipil juga meluncurkan laman resmi di mana penumpang dapat menemukan detail tentang penerbangan pengganti.


Seputar Thomas Cook, Maskapai Inggris yang Alami Bangkrutan


Simak Video "Kopi Luwak Asli Blitar Diekspor ke Eropa Hingga Amerika"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com