Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 25 Sep 2019 15:08 WIB

18.000 Ton Daging Kerbau India Masuk RI, Pedagang: Stok Masih Banyak

Anisa Indraini - detikFinance
Foto: Yulida Medistiara Foto: Yulida Medistiara
Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, impor daging kerbau beku India sebanyak 18 ribu ton bakal terus masuk secara bertahap ke Indonesia hingga Desember 2019 untuk menekan harga daging sapi yang merangkak naik.

Merespons hal tersebut, pedagang daging kerbau di Pasar Jatinegara, Yusuf (45) berharap agar pemerintah mengkaji lagi kebijakan tersebut. Alasannya, saat ini stok daging kerbau masih banyak dan kurang diminati pembeli.

"Paling juga tukang bakso, restoran, masakan padang, tukang cathering", ujarnya kepada detikcom saat ditemui di Pasar Jatinegara, Rabu (25/9/19).


Setiap bulannya, Yusuf mengambil stok sebanyak 2 box atau 40kg daging kerbau dari supplier PT Harmoni Jaya, Pulogadung yang sebelumnya supplier tersebut menerimanya dari Perum Bulog.

Yusuf mengaku dari pesanan tersebut tidak jarang masih banyak daging kerbau yang tersisa, bahkan sampai dua bulan lamanya tak kunjung terjual.

Belum lagi, proses pengiriman dari India ke Indonesia. Sehingga tidak heran jika peminat daging lokal lebih banyak dibanding daging impor.

"Jadi kurang segar. Kalau dimasak juga lebih lama empuknya", lanjut Yusuf.


Pedagang daging kerbau lain di pasar Jatinegara bernama Aziz juga mengalami nasib yang sama. Bahkan dia hanya habis terjual 2-3kg/hari saja. Meskipun dia tidak menyangkal dengan adanya daging kerbau semakin banyak pilihan daging yang ia jual.

Simak Video "Harga Daging Kerbau Melejit Bikin Menjerit"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com