Resesi Ekonomi Kian Dekat, Masyarakat Harus Ngapain?

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 26 Sep 2019 11:58 WIB
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Sebagian orang superkaya di dunia sudah mulai mengantisipasi resesi ekonomi dengan memindahkan sebagian aset keuangannya di instrumen yang berisiko tinggi ke beresiko rendah seperti surat utang negara (SUN) jangan pendek hingga emas.

Namun resesi ekonomi juga harus dihadapi oleh sebagian masyarakat yang masuk dalam kelompok biasa-biasa saja. Apa yang harus mereka lakukan saat resesi?

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah mengatakan yang harus dilakukan masyarakat kelompok biasa juga sama dengan apa yang dilakukan oleh sebagian orang super kaya.

"Sebenarnya sama, masyarakat biasa juga harus mengamankan aset. Cuma biasanya kan masyarakat umum jumlah nilai dan ragam aset nya tidak banyak. Jadi pengamanannya tidak kompleks," kata Piter saat dihubungi detikcom, Jakarta, Kamis (26/9/2019).


Jika terjadi resesi ekonomi, Piter menegaskan bahwa kelompok masyarakat biasa harus memanfaatkan penghasilannya dengan baik. Maksudnya, tidak membelanjakan dananya untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan.

"Untuk masyarakat biasa pada intinya lebih kepada menjaga belanja, tidak membeli yang tidak perlu," ungkapnya.

Sebab jika resesi ekonomi terjadi, maka nilai penghasilan yang selama ini didapatkan pun bisa berkurang. Sehingga, kunci bagi kelompok masyarakat biasa adalah mengamankan likuiditas.


"Perkuat saving untuk berjaga-jaga. Karena pada kondisi resesi income bisa menurun. Karena perlambatan ekonomi, beberapa perusahaan bisa tutup, bisa terjadi PHK, penurunan penjualan, dan juga income," ungkap dia.

Simak Video "Sisa 1 Minggu Lagi Buat RI Cegah Jurang Resesi, Bisa?"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/zlf)