Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 26 Sep 2019 13:37 WIB

Ngerinya Dampak Resesi: Perusahaan Tutup hingga PHK Besar-besaran!

Hendra Kusuma - detikFinance
IIlustrasi
Jakarta - Resesi atau pelemahan ekonomi memiliki berbagai ancaman langsung kepada masyarakat. Banyak kalangan yang meramalkan bahwa resesi akan terjadi pada tahun 2020.

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah mengungkapkan bahwa resesi ekonomi bisa membuat masyarakat kehilangan penghasilan.

"Dengan perlambatan ekonomi, beberapa perusahaan bisa tutup, bisa terjadi PHK, terjadi penurunan penjualan dan juga income," kata Piter saat dihubungi detikcom, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Piter melanjutkan, resesi ekonomi juga mengancam instrumen investasi milik masyarakat khususnya di pasar keuangan. Sebab, resesi bisa menurunkan nilai suatu portofolio atau aset seperti saham.


Resesi sendiri bisa terjadi karena berbagai dinamika global. Salah satunya adalah perang dagang antara China dengan Amerika Serikat (AS). Dinamika dunia ini ujung-ujungnya membuat pertumbuhan perdagangan internasional menurun. Sehingga banyak negara yang kinerja perekonomiannya terdampak.

Oleh karena itu, dikatakan Piter masyarakat harus mengamankan aset keuangannya ke instrumen yang memiliki risiko rendah. Misalnya, dari investasi di sektor keuangan dialihkan kepada emas batangan.

"Untuk masyarakat biasa pada intinya lebih kepada menjaga belanja, tidak membeli yang tidak perlu. Perkuat saving untuk berjaga-jaga karena pada kondisi resesi income bisa menurun," ungkap dia.





Simak Video "Terpukul Virus Corona, Ekonomi Jepang Menuju Jurang Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com