Pemerintah Telah Cairkan 67% SLT
Senin, 31 Okt 2005 13:20 WIB
Jakarta - Pemerintah telah mencairkan program Subsidi Langsung Tunai (SLT) sebesar 67,04 persen yang diserap 10,378 keluarga dari total rumah tangga miskin penerima bantuan sebesar 15,5 juta keluarga."Sampai tanggal 31 Oktober jam 09.00 WIB, SLT telah tersalur kepada 10,378 juta rumah tangga miskin, dibandingkan dengan perkiraan 15,5 juta rumah tangga telah mencapai 67 persen," kata Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Sri Mulyani dalam jumpa pers perkembangan SLT di Kantor Bappenas, Jalan Imam Bonjol Jakarta, Senin (31/10/2005).Dana yang telah diambil rumah tangga miskin yang memiliki kartu SLT mencapai Rp 3,113 triliun dari total dana SLT mencapai Rp 4,6 triliun.Dari jumlah seluruh dana tersebut, sebesar 99 persen sudah ditransfer Departemen Sosial (Depsos) ke BRI yang selanjutnya akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia. Pemerintah juga telah membatalkan 158.128 kartu yang berdasarkan hasil verifikasi tidak layak mendapat bantuan. Selain itu ada tambahan 4,2 juta keluarga yang melapor ke posko untuk diverifikasi ulang. Mengenai adanya tambahan tersebut, Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Choiril Maksum mengatakan, perlu dana operasional baru sekitar Rp 15 miliar untuk melakukan verifikasi sebanyak 4,2 juta keluarga tersebut. Sementara untuk operasional pencacahan 15,5 juta keluarga miskin, dana yang dikeluarkan mencapai Rp 252 miliar. Sri juga memaparkan, beberapa hambatan penyaluran SLT yang menelan korban jiwa. Berdasarkan data yang ada, satu orang meninggal dalam usia 70 tahun di Demak saat mengantre SLT.Selain itu, di Banjar-Jawa Barat, Grobogan, Bojonegoro masing-masing tempat terdapat korban meninggal satu orang saat antre SLT. Serta korban meninggal di Banyuwangi sebanyak 2 orang.Ditemukan pula sejumlah kasus yang terkait dengan hukum yakni 7 kasus kekerasan, 10 kasus pengrusakan, dan tindakan unjuk rasa di beberapa daerah.Untuk penyaluran SLT tahap kedua pada Januari 2006, Sri mengungkapkan, tidak ada perubahan apa-apa untuk mekanismenya. "Namun yang perlu dibenahi mengenai mekanisme teknis pembayaran kepada keluarga miskin yang memiliki kartu SLT," ujarnya.
(ir/)











































