Harga Premium Industri Bulan November Turun

Harga Premium Industri Bulan November Turun

- detikFinance
Senin, 31 Okt 2005 19:28 WIB
Jakarta - Pertamina mengeluarkan harga baru untuk BBM industri per 1 November 2005. Harga rata-rata BBM mengalami kenaikan, kecuali untuk premium yang turun menjadi Rp 5.890 per liter, dibanding bulan lalu Rp 6.290 per liter.Sedangkan minyak tanah Rp 6.480 per liter naik dibandingkan bulan sebelumnya Rp 6.400 per liter. Minyak solar Rp 6.170 per liter naik dibandingkan bulan sebelumnya Rp 6.000 per liter.Minyak diesel Rp 5.940 per liter naik dibandingkan bulan sebelumnya Rp 5.780 per liter. Minyak bakar Rp 3.870 per liter naik dibandingkan bulan sebelumnya Rp 3.810 per liter.Harga BBM untuk bunker internasional yaitu solar 60,30 sen dolar AS per liter naik dibandingkan bulan sebelumnya 58,4 sen dolar AS per liter. Harga minyak diesel 58 sen dolar AS per liter naik dibandingkan bulan sebelumnya 56,3 sen dolar AS per liter, dan minyak bakar 37,80 sen dolar AS per liter naik dibandingkan bulan sebelumnya 37,1 sen dolar AS per liter.Demikian diungkapkan oleh Kepala Divisi BBM Pertamina Achmad Faisal di Gedung Pertamina, Jalan Perwira, Jakarta, Senin (31/10/2005).Menurut Achmad, untuk BBM industri bulan November, Pertamina mulai melakukan perubahan pemasaran, yakni diberikan diskon kepada industri tertentu yang pemakaiannya lebih dari 100 kiloliter per bulan.Diskon yang diberikan akan sangat tergantung volume bulanan yang diambil, yakni bervariasi antara 1-4 persen. Untuk pemakaian sebesar 100 kiloliter mendapat diskon 1 persen, dan pemakaian lebih dari 3.000 kiloliter mendapat diskon 4 persen."Diskon diadakan karena era kompetisi sudah mulai dibuka dengan adanya beberapa perusahaan. Maka itu Pertamina harus mulai berani berkompetisi dengan para pesaing," ujar Achmad.Diharapkan, dengan adanya diskon ini bisa memacu industri tetap menjadi pelanggan Pertamina. Kemungkinan, ujar Achmad, ke depan akan ada lagi langkah-langkah insentif lain, misalnya dengan menawarkan franco, yakni Pertamina yang mengantarkan BBM ke industri. Tidak hanya seperti saat ini dengan loco, yaitu pembeli datang dan membeli BBM di depot. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads