googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 29 Sep 2019 18:23 WIB

Mentan: Stok Beras Melimpah

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Foto: Dok Kementan Foto: Dok Kementan
Jakarta - Ada sekitar 2,5 juta ton stok gudang Bulog yang ada di Jawa Tengah. Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman bahagia mendengar informasi gudang beras Bulog saat ini penuh dan cukup untuk memenuhi pangan dalam negeri serta masih bisa ekspor.

"Stok beras berlimpah, ini menyebabkan Perum Bulog sampai menyewa gudang tambahan untuk mengatasi penumpukan stok beras. Dan ini tidak hanya terjadi di Jawa Tengah, namun hingga di Merauke," ungkap Amran dalam keterangan tertulis, Minggu (29/9/2019).

Menurutnya beberapa waktu lalu legislator komisi IV asal Papua menyampaikan masalah baru akibat produksi beras yang tinggi, dan Bulog kesulitan menyimpannya.


Hari Tani Nasional yang dirayakan setiap 24 September, terutama oleh petani sebagai pengingat bahwa pada tanggal itu di 1960, Presiden Republik Indonesia Soekarno menetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA) 1960.

Tahun ini, Hari Tani Nasional mengusung tema 'Petani Milenial Membangun Pertanian Modern Menuju Revolusi Industri 4.0'. Amran menyampaikan, tema acara yang diusung sesuai dengan program Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mempersiapkan serta menarik generasi milenial untuk terjun ke dunia pertanian menuju pertanian modern.

"Dengan teknologi canggih pasti Petani milenial tertarik dengan pertanian. Tidak mungkin kita dapat bertanding dengan luar negeri tanpa teknologi," ucapnya.

Kini, diketahui ada 400 ribu unit alat pertanian yang sudah disebar ke seluruh nusantara. Petani milenial diharapkan bergerak bersama untuk membangun pertanian Indonesia.

Dalam acara peringatan hari tani ini, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, juga turut mengucapkan terima kasihnya pada Mentan yang sudah memberikan bantuan melimpah pada petani Jawa Tengah. Sehingga saat ini sudah bisa menjadi provinsi yang membantu Indonesia menuju Lumbung Pangan.

"Pak Menteri terima kasih, Alsintannya banyaknya minta ampun," ucap Ganjar.


Ia menyampaikan bahwa saat ini Jawa Tengah sedang menggalakkan anak-anak muda untuk bertani untuk capai daulat pangan.

"Kita harus buat lompatan besar tidak cukup begini bengini saja, pemerintah sudah beri banyak bantuan supaya kita bisa jadi champion dunia dan juara pangan," lanjutnya.

Jatu, Eksportir Beras Organik, salah satu petani milenial, menyampaikan bahwa Kementan sudah banyak membantu dalam usahanya. Ia diberi bantuan bibit manggis. Kini, ia sudah bisa ekspor komoditi buah, sayuran serta beras organik hingga ke Eropa.

"Saya sudah ekspor ke Eropa khususnya Italia, ke depannya kita akan tetap tembus pasar lain," pungkasnya.

Simak Video "Mentan Copot Distributor Pupuk Nakal Saat Panen Raya"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com