Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 02 Okt 2019 14:25 WIB

Perang Dagang Bikin Sritex Dapat Klien 'Raksasa' dari AS

Tim detikFinance - detikFinance
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Anggapan bahwa Indonesia bisa mendulang untung dari perang dagang antara Amerika Serikat dan China nampaknya benar. Perusahaan RI salah satunya bisa ketiban untung dari perang dagang yang berkepanjangan ini.

Adalah perusahaan tekstil dan produk tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex yang berpotensi meraup keuntungan dari ekses perang dagang mencapai lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun (asumsi kurs Rp 14.000/US$).

Manajemen emiten yang didirikan pada 1966 oleh almarhum H.M. Lukminto ini menegaskan kian banyak menerima pesanan dari beberapa brand besar mode dunia yang ingin mendiversifikasi pemasok garmen mereka jauh dari China.

SRIL sebelumnya memang sudah membuat pakaian untuk beberapa brand besar di antaranya J.C. Penney Co., Guess? Inc., Walmart Inc. dan merek-merek besar lain seperti H&M.

"Salah satu pemain terbesar di AS ingin memindahkan [pemasoknya] secara besar-besaran. [Potensi nilainya] hampir mendekati US$ 1 miliar," kata CEO Sritex Iwan Setiawan Lukminto dalam sebuah wawancara dilansir Bloomberg, dikutip CNBC Indonesia, Rabu (2/10/2019).

Namun, Iwan menolak memberikan detailnya mengingat masih bersifat tertutup.

Dia mengatakan tekstil Indonesia berharap bisa mendapatkan berkah dari ketegangan perdagangan yang meningkat antara AS-China itu. Perang dagang juga memaksa perusahaan global mulai menitikberatkan produksi mereka di luar China, yang selama beberapa dekade ini menjadi lokasi utama.

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com