Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 02 Okt 2019 18:35 WIB

Ekspor Batik Sumbang Pemasukan Rp 251 M Buat RI

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Jakarta - Industri batik Indonesia menyumbang ekspor US$ 17,99 juta atau setara Rp 251,86 miliar (kurs Rp 14.000/US$) selama semester 1-2019. Sementara nilai ekspor sepanjang tahun lalu sebesar US$ 52,44 juta.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan, negara tujuan utama ekspor batik antara lain ke Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Eropa.

Kata Airlangga, industri batik didominasi oleh industri kecil dan menengah (IKM) yang tersebar di 101 sentra di Indonesia. Totalnya ada sebanyak 47 ribu unit usaha dan telah menyerap tenaga kerja lebih dari 200 ribu orang.

"Oleh karena itu, sesuai yang disampaikan Bapak Presiden Joko Widodo, kita harus berani mengenalkan batik kepada masyarakat dunia, dan menjadikan batik sebagai duta budaya Indonesia pada acara-acara internasional," kata dia di acara puncak peringatan Hari Batik Nasional di Istana Mangkunegaran Solo, Rabu (2/10/2019).


Menurutnya, hal tersebut akan memacu semangat para perajin dan pelaku industrinya untuk terus mengembangkan batik Nusantara sehingga bisa lebih kreatif dan inovatif. Airlangga juga menganggap pakaian batik memiliki nilai tambah yang tinggi, bukan lagi sebagai komoditas. Oleh karenanya ekspor dari industri ini terus didorong.

Lanjut dia, dengan hadirnya era revolusi industri 4.0 yang memunculkan berbagai teknologi canggih, akan membuat dunia batik nasional semakin kompetitif. Untuk itu dibutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga dan melestarikannya.

"Contohnya, bisa dengan memulai pendekatan kepada generasi muda untuk melakukan digitalisasi dan memanfaatkan media sosial dalam rangka mendorong kemajuan batik nasional," ujarnya.

Dia meyakini batik Indonesia memiliki keunggulan komparatif di pasar Internasional. Hal yang tentunya harus diperhatikan Indonesia perlu melakukan penguatan branding dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. Apalagi, batik saat ini bertransformasi menjadi berbagai bentuk mode, kerajinan dan home decoration yang telah mampu menyentuh berbagai lapisan masyarakat baik di dalam maupun luar negeri.


Dia juga mendorong agar industri batik menjadi sektor yang ramah terhadap lingkungan.

"Kami mengimbau kepada seluruh perajin dan pelaku industri batik untuk terus mengeksplorasi potensi zat warna alam yang kita miliki, sehingga dapat memperkaya ragam batik warna alam Indonesia, termasuk motifnya. Selain itu juga adanya kolaborasi desain, yang seperti memadukan dengan tenun," tambahnya.

Simak Video "Cara Kece Manfaatkan Limbah Kain Batik"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com