Banyak Bos BUMN Terciduk KPK, Rini: Kita Tak Tahu Hati Seseorang

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 03 Okt 2019 16:50 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri BUMN mengaku tidak mengetahui godaan apa yang berhasil membuat para bos perusahaan pelat merah terciduk oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, BUMN sendiri sudah bekerja sama dengan lembaga antirasuah dalam mencegah tindakan korupsi

Rini bilang, kejadian yang menimpa banyak bos BUMN lebih dikarenakan masalah individu bukan perusahaan.

"Kita tidak tahu hati seseorang, kita tidak tahu godaan apa yang membuat mereka akhirnya lupa," kata Rini di komplek Istana Kepresidenan, Jakarya, Kamis (3/10/2019).



Dalam sepakan terakhir, sudah ada dua bos BUMN yang tertangkap oleh KPK. Pertama adalah Direktur Utama Perum Perindo Risyanto Suanda, tersangka suap impor ikan di Perum Perindo. Kedua, Direktur Utama PT INTI (Industri Telekomunikasi Indonesia) Darman Mappangara.

Rini mengaku, sejak awal memimpin BUMN telah membuat banyak aturan yang tujuannya menghilangkan tindak korupsi di lingkungan perusahaan pelat merah. Bahkan, Kementerian maupun perusahaannya sudah ada yang bekerja sama dengan lembaga anti rasuah tanah air.

"Kita selalu melakukan pengawasan tapi memang kita juga kerja sama dengan KPK, kita bekerja sama dengan KPK sejak awal membuat program-program supaya BUMN ini juga jelas rambu-rambunya," ujar dia.

"Kita selalu menjunjung tinggi proses hukum, tapi harap dilihat adalah itu urusan perorangan. Anda bisa tahu nggak hati orang?" tambahnya.



Simak Video "6 Bulan Kerja, Dewas KPK Sudah Terbitkan 46 Izin Penyadapan"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)