Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 03 Okt 2019 18:44 WIB

Pesan Sri Mulyani Buat Pejabat Kemenkeu yang Baru Dilantik

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Pelantikan Tiga Pejabat Baru Kemenkeu (Achmad Dwi Afriyadi/detikcom) Foto: Pelantikan Tiga Pejabat Baru Kemenkeu (Achmad Dwi Afriyadi/detikcom)
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik tiga pejabat di kantornya sore ini. Pejabat yang dilantik yakni Suminto sebagai Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional, Kabul Wijayanto sebagai Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Sunari sebagai Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS.

Usai melantik, Sri Mulyani menyampaikan pesan-pesan kepada pejabat baru tersebut. Kepada Suminto, Sri mengatakan, posisi baru yang diemban Suminto ialah merupakan penugasan penting. Terangnya, Indonesia merupakan negara yang masuk dalam kelompok G20. Kemudian, Indonesia negara berkembang yang diperhitungkan di internasional.

Sementara, kondisi global saat ini penuh dengan tekanan, termasuk berbagai kerja sama bilateral, regional dan multilateral. Maka itu, Sri Mulyani meminta agar Suminto tidak menerima tugas ini secara biasa.

"Oleh karena itu saya berharap tidak menerima tugas ini sebagai penugasan business as usual," katanya di Kementerian Keuangan Jakarta, Kamis (3/10/2019).


Lanjut Sri Mulyani, pemerintah saat ini tengah menggenjot ekspor dan investasi. Ia pun kemudian meminta Suminto agar mencari cara untuk mendorong dua hal tersebut.

"Indonesia perlu memacu ekspor dan investasi, dalam menjalankan makro ekonomi internasional saya harap Pak Minto menggunakan optik bagaimana mencari kesempatan bagi Indonesia untuk mendapatkan dana investasi dari dunia internasional dan peluang pasar berbagai negara," paparnya.

Selanjutnya untuk pejabat BPDPKS, Sri Mulyani menjelaskan, BPDPKS dibentuk untuk menstabilkan komoditas sawit.

"Kita semua tahu dibentuk dengan tujuan menstabilkan dari komoditas kelapa sawit di mana Indonesia adalah negara produser terbesar di dunia, kita belum mampu empower posisi Indonesia sebagai negara produsen terbesar untuk satu komoditas yang banyak dikonsumsi banyak manusia di dunia," jelasnya.


Sri Mulyani berpesan kepada dua pejabat itu untuk membangun reputasi kelapa sawit Indonesia.

"Saya ingin sampaikan selamat bekerja, menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai sumpah yang sampaikan," tutupnya.

Simak Video "Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik September"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com