Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 04 Okt 2019 07:00 WIB

Blak-blakan Menteri Perhubungan

Tonton Blak-blakan Menhub: Transportasi Pintar di Ibu Kota Baru

Sudrajat, Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto: Screenshoot 20detik Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Foto: Screenshoot 20detik
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan 70% moda transportasi di ibu kota negara yang baru bersifat massal. Selain yang saat ini sudah dikenal seperti Moda Raya Terpadu atau Mass Rapid Transit (MRT), Light Rail Transit (LRT), Bus Rapid Transit (BRT), juga akan disiapkan autonomous rail transit (ART).

"Autonomous ini kombinasi antara kereta dan bus yang semuanya digerakkan oleh listrik. Australia, China dan Jerman antara lain yang sudah menggunakannya. Saya akan menugaskan Dirjen Perhubungan Darat untuk melakukan survei sana," kata Budi kepada Tim Blak-blakan.

Untuk diketahui, China telah menggunakan ART yang tanpa kabel listrik dan rel. sejak Juni 2017. Sistem transportasi futuristik ini menggunakan jalur rel virtual dan sudah diujicobakan di jalan raya daerah Zhuzhou di Provinsi Hunan. Alat transportasi massal ini disebut-sebut sangat fleksibel, murah, lebih baik dari tram maupun kereta biasa, ramah lingkungan, tak membutuhkan rel baja, serta kapasitas angkut lebih besar dari bus.

[Gambas:Video 20detik]


Soal sumber investasi, ia memastikan sejauh ini belum ada penjajakan atau proposal resmi yang masuk. Tapi beberapa hari lalu Menko Maritim Luhut B. panjaitan menyebut salah satu perusahaan asal China sudah menyampaikan minatnya. Sementara Budi menyebut, perusahaan asal Kanada yang secara informal menyampaikan minat serupa. Perusahaan Kanada tersebut mengklaim sebagai pihak yang telah membangun sistem transportasi kereta api di China.


"Saya pikir investor bisa datang dari mana-mana, bisa dari Jepang, Korea, China, Australia. Saya malah kemarin didatangi investor dari Kanada," kata Budi.

Selain membicarakan soal konsep smart city smart mobility untuk menunjang konektivitas di ibu kota baru nanti, dia juga mengungkapkan berbagai capaian yang telah dilakukannya selama memimpin Kementerian Perhubungan. Mantan Dirut Angkasa Pura II ini juga mengungkapkan berbagai upaya untuk membantu bandara Kertajati di Majalengka agar tidak sepi dan mati suri. Juga pengembangan tol laut, baik ke berbagai wilayah di Indonesia Timur maupun Barat.

Hal menarik lainnya Budi Karya juga mengungkapkan bahwa Bandara Labuan Bajo dalam waktu dekat pengelolaannya akan diserahkan ke perusahaan internasional. Kenapa? Simak selengkapnya Blak-blakan, "Transportasi Pintar di Ibu Kota Negara Baru" di detikcom, Jumat (4/10) pukul 09.00 WIB.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com