Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 03 Okt 2019 12:22 WIB

Bukan Cuma Kejar Untung, BUMN Juga Harus Lakukan Ini

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma-detikFinance Foto: Hendra Kusuma-detikFinance
Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dinilai perlu memperkuat budaya ramah atau Hospitable culture dalam menjalankan roda bisnisnya. Hospitable culture yang dimaksud yakni kemampuan memberikan pelayanan dan ikatan yang optimal kepada setiap pemangku kepentingan

Staf Khusus II Menteri BUMN Bambang Eka Cahyana saat mengatakan, di samping mengejar keuntungan, penting bagi BUMN untuk bisa menetapkan tujuan lain yang mencakup kepentingan aspek ekonomi, sosial, politik negara dan lingkungan, yang melibatkan juga partisipatif masyarakat sebagai wujud pelayanan maksimal perusahaan kepada masyarakat.

"Hospitable culture penting bagi BUMN karena ini merupakan suatu kapabilitas yang harus dimiliki BUMN di tengah perubahan landscape bisnis yang terjadi. Tanpa hospitable culture, BUMN akan mengalami kesulitan jangka panjang dalam menjalankan bisnis dan sulit dalam mempertahankan reputasi korporasi," kata Eka Kamis (3/10/2019).


Ia pun mengungkapkan bahwa saat ini banyak BUMN yang hospitalitinya masih bisa lebih ditingkatkan.

Bambang Eka menyatakan bahwa diperlukannya transformasi organisasi bagi sebuah perusahaan untuk mencapai hospitable culture yang optimal. Di mana dalam transformasi terdapat dua faktor penting bagi BUMN .

Yaitu pertama pada aspek kepemimpinan strategik yang harus mengadopsi prinsip ambidextrous leadership yang mampu menyeimbangkan orientasi jangka pendek dengan orientasi jangka panjang.

Yang kedua yaitu tata kelola organisasi yang membuka ruang bagi partisipasi publik dalam penetapan kebijakan strategis.

"BUMN juga harus mampu benar-benar menunjukkan bahwa perannya sudah mencerminkan prinsip transparansi dan akuntabel. Serta membuka partisipasi publik dalam tata kelola perusahaan, harus di buka ruang kepada publik. Sehingga dapat dengan cepat mendorong transformasi organisasi di aspek kepemimpinan stratejik, tata kelola korporasi, perbaikan budaya korporasi, infrastuktur bisnis dan keselarasan korporasi," ujarnya.



Simak Video "Eks Dirut BRI Tolak Dirombak Jadi Bos BTN"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com