ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 04 Okt 2019 10:20 WIB

Pimpinan MPR Jadi 10 Orang, Sri Mulyani: Kita Tambah Anggarannya

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Jumlah pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) naik dari 8 menjadi 10 orang untuk periode 2019-2024. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pihaknya akan menyesuaikan kebutuhan anggarannya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, bila memang sudah diputuskan bahwa pimpinan MPR bertambah jadi 10 orang maka anggaran akan ditambah.

"Kalau itu memang sudah ada keputusannya mereka akan membuat formasi itu ya kita tambahkan anggarannya," kata dia ditemui di Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Sri Mulyani menjelaskan, pihaknya akan mengikuti apa yang sudah diputuskan oleh lembaga tinggi negara terkait alat kelengkapannya.

"Kita tentu mengikuti apa yang diputuskan di dalam lembaga-lembaga tinggi negara, alat kelengkapan," tambahnya.


Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nufransa Wira Sakti pada kesempatan lain mengatakan, anggaran untuk pimpinan MPR akan disiapkan begitu resmi dilantik.

"Langsung kita siapin. Nanti kalau resmi disiapin," katanya di Kemenkeu, Jakarta, Kamis (3/10/2019).

Nufransa menjelaskan, tambahan anggaran untuk pimpinan MPR masih bisa ditutup melalui optimalisasi anggaran 2019. Sementara, untuk fasilitas kendaraan dinas akan difasilitasi Sekretariat Negara (Setneg)

"Intinya untuk kebutuhan tambahan pimpinan MPR, masih bisa dioptimalkan dari sisa anggaran 2019, terutama untuk penghasilan. Sedangkan fasilitas kendaraan dinas, sudah disiapkan Setneg sebagai instansi yang tanggung jawab untuk fasilitas menteri dan pimpinan lembaga tinggi negara," paparnya.

Kemudian, untuk tahun 2020 diperkirakan kekurangannya juga tidak terlalu banyak sehingga bisa disesuaikan.

"Diperkirakan kekurangan untuk 2020 tidak terlalu banyak, jadi masih bisa disesuaikan," jelasnya.



Simak Video "Sri Mulyani: Cukai Rokok Dipakai untuk Tutupi Defisit BPJS Kesehatan"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com